RUMAH TRADISIONAL

Bentuk atapnya tinggi lancip, serupa menara dimana tersimpan benda-benda pusaka (Tanggu Marapu).Tiap-tiap Rumah Adat mempunyai 3 bagian: Bagian bawah, tengah dan atas rumah, mencerminkan simbol alam dalam pandangan Suku Bangsa Sumba, yakni alam bawah (tempat arwah), alam tengah (tempat manusia) dan alam atas (tempat para dewa).Dengan demikian rumah bukan hanya tempat kediaman manusia tetapi juga merupakan tempat kebaktian dan pusat persekutuan sosial dan ekonomi  ( center of social gathering and economic ).

Sekeliling rumah adat terdapat kubur-kubur batu besar dengan berbagai bentuk dan ukiran yang indah baik yang telah beratus tahun maupun yang baru, sebagai manifestasi kejayaan jaman megalitik di masa lampau, dengan karakteristik adat istiadatnya masing-masing.rumah bukan hanya tempat kediaman manusia tetapi juga merupakan tempat kebaktian dan pusat persekutuan sosial dan ekonomi ( center of social gathering and economic ). Sekeliling rumah adat terdapat kubur-kubur batu besar dengan berbagai bentuk dan ukiran yang indah baik yang telah beratus tahun maupun yang baru, sebagai manifestasi kejayaan jaman megalitik di masa lampau, dengan karakteristik adat istiadatnya masing-masing.

KAMPUNG PRAINATANG



Terletak di Desa Mondu, Kecamatan Kanatang, sekitar 20 Km dari Kota Waingapu.
Merasakan suasana kehidupan peradaban masa lampau leluhur masyarakat sumba setidaknya dapat dirasakan di kampung prainatang. Pagar batu berusia ratusan tahun dan Aroma sabana musim kemarau menyambut setiap tamu yang datang.
• Aktifitas yang dapat dilakukan : foto, melihat arsitektur sumba, menyaksian tarian tradisional dan pada bulan tertentu diadakan upacara adat sesuai kesepakatan tokoh adat.
• Akomodasi : tidak terdapat akomodasi di sekitar obyek, penginapan terdekat berada di pantai puru kambera yakni Pondok Wisata Pantai Cemara:
https://www.facebook.com/Pondok/Wisata Pantai Cemara
www.pesonasumba.com
tarif kamar:
-    Standard        : Rp.  650.000/pax
-    Superior        : Rp.  900.000/pax
-    Deluxe            : Rp.2.250.000/pax

Atau tamu biasanya menginap di hotel yang terdapat di kota waingapu. (lihat info Hotel dan Tarif di kota Waingapu di bawah )

KAMPUNG KAWANGU

Terletak di Desa Kawangu, Kecamatan Pandawai, sekitar 12 Km dari Kota Waingapu.
• Aktifitas yang dapat dilakukan : foto, melihat kuburan megalit, menyaksikan tarian tradisional dan melihat proses pembuatan kain tenun.
• Akomodasi : tidak terdapat akomodasi di sekitar obyek, tamu biasanya menginap di hotel yang terdapat di kota waingapu. (lihat info Hotel dan Tarif di kota Waingapu di bawah )

• Kuliner : tidak ada
• Berbelanja : tidak tersedia tempat khusus berbelanja, namun biasanya masyarakat sekitar akan menawarkan hasil tenun pada wisatawan
• Transportasi : sarana transportasi umum (Bemo)
.

KAMPUNG WATUMBAKA

Terletak di Desa Watumbaka, Kecamatan Pandawai, sekitar 12 Km dari Kota Waingapu.
• Aktifitas yang dapat dilakukan : foto, melihat kuburan megalit, menyaksikan tarian tradisional dan proses pembuatan kain tenun
• Akomodasi : tidak terdapat akomodasi di sekitar obyek, tamu biasanya menginap di hotel yang terdapat di kota waingapu. (lihat info Hotel dan Tarif di kota Waingapu di bawah )
• Kuliner : tidak ada
• Berbelanja : tidak tersedia tempat khusus berbelanja, namun biasanya masyarakat sekitar akan menawarkan hasil tenun pada wisatawan
• Transportasi : sarana transportasi umum (Bemo)

KAMPUNG PRAIYAWANG



Terletak di Desa Rindi, Kecamatan Rindi, sekitar 69 Km dari Kota Waingapu. Suasana peradaban masa silam kental terasa saat memasuki kampung ini. Dikelilingi oleh pagar batu, kampung praiyawang memberikan sejuta pesona. Mulai dari arsitek rumah sumba dengan menara yang tinggi, barisan kuburan megalitik para bangsawan dengan pahatan simbol sarat makna, dan kehidupan sosial masyarakat yang masih memegang teguh adat istiadat terdapat di kampung ini.


• Aktifitas yang dapat dilakukan : foto, melihat kuburan megalitik, menyaksikan tarian tradisional dan proses pembuatan tenun ikat.
• Akomodasi : tidak terdapat akomodasi di sekitar obyek, tamu biasanya menginap di hotel yang terdapat di kota waingapu (lihat info Hotel dan Tarif di kota Waingapu di bawah )
• Kuliner : tidak ada
• Berbelanja : tidak tersedia tempat khusus berbelanja, namun biasanya masyarakat sekitar akan menawarkan hasil tenun pada wisatawan
• Transportasi : sarana transportasi umum (Bus)

KAMPUNG UMABARA



Terletak di Desa Watu Hadang, Kecamatan Umalulu, sekitar 66 Km dari Kota Waingapu.

•  Aktifitas yang dapat dilakukan : foto, melihat arsitek rumah sumba, menyaksikan tarian tradisional, proses pembuatan kain tenun dan kuburan megalitik
•  Akomodasi : tidak terdapat akomodasi di sekitar obyek, tamu biasanya menginap di hotel yang terdapat di kota waingapu. (liha  info Hotel dan Tarif di kota Waingapu di bawah )
•  Kuliner : terdapat beberapa warung makan yang berjarak kurang lebih 5 km di luar obyek
•  Berbelanja : masyarakat biasanya menawarkan hasil tenun pada pengunjung
•  Transportasi : sarana transportasi umum (Bus)

KAMPUNG TAMBAHAK


Terletak di Desa Watu Puda, Kecamatan Umalulu, sekitar 67 Km dari Kota Waingapu. Pada waktu penguburan salah satu  bangsawan, para kerabat mengisi banyak sekali perhiasan berupa emas dan barang berharga lainnya.

• Aktifitas yang dapat dilakukan : foto, melihat arsitek rumah sumba, menyaksikan proses pembuatan sarung songket dan kuburan megalitik

• Akomodasi : tidak terdapat akomodasi di sekitar obyek, tamu biasanya menginap di hotel yang terdapat di kota waingapu.(lihat info Hotel dan Tarif di kota Waingapu di bawah )

•    Kuliner : terdapat beberapa warung makan yang berjarak kurang lebih 5 km di luar obyek yaitu di melolo.
•    Berbelanja : msyarakat biasanya menawarkan hasil kerajinan kepada pengunjung
•    Transportasi : sarana transportasi umum (Bus)

KAMPUNG KALIUDA

Berada sekitar 120Km ke arah timur dari pusat kota waingapu, kampung ini identik dengan maha karya tenun hinggi kombu yang termashur ke pelosok negeri. Menggunakan bahan dan pewarna alam, kualitas kain tenun kaliuda tidak diragukan.. filosofi hidup masyarakat sumba dengan jelas tersirat dalam beragam corak yang diwakili gambar   Kuda, Ayam, Udang, burung yang memiliki arti masing – masing yang merupakan ciri khas motif dari kampung ini. Sebagai wujud pelestarian warisan budaya leluhur, masyarakat desa kaliuda membuat kain tenun ikat terpanjang yang diberi nama ‘dendi ‘duangu’ sepanjang 104 meter dan tercatat di museum rekor dunia indonesia pada desember 2012 yang lalu.
• Aktifitas yang dapat dilakukan : foto, melihat arsitek rumah sumba dan proses pembuatan kain tenun
• Akomodasi : tidak terdapat akomodasi di sekitar obyek, penginapan terdekat dengan lokasi yakni Watulibung resort atau tamu biasanya menginap di hotel yang terdapat di kota waingapu.
(lihat info Hotel dan Tarif di kota Waingapu di bawah )

• Kuliner : terdapat beberapa warung makan yang berjarak kurang lebih 5 km di luar obyek
• Berbelanja : masyarakat biasanya menawarkan hasil tenun pada pengunjung
• Transportasi : sarana transportasi umum (Bus)

KAMPUNG WUNDUT

Terletak di Desa Wundut, Kecamatan Lewa, sekitar 66 Km dari Kota Waingapu. Di kampun ini terdapat sebuah danau, pemandangan hamparan sawah dan padang penggembalaan ternak.
• Aktifitas yang dapat dilakukan : foto, melihat arsitek rumah sumba dan kuburan megalitik
• Akomodasi : tidak terdapat akomodasi di sekitar obyek, tamu biasanya menginap di hotel yang terdapat di kota waingapu.

(lihat info Hotel dan Tarif di kota Waingapu di bawah )

• Kuliner : terdapat beberapa warung makan yang berjarak kurang lebih 5 km di luar obyek
• Berbelanja :
• Transportasi : sarana transportasi umum (Bus)

KAMPUNG LEWAPAKU


Terletak di Desa Lewa Paku, Kecamatan Lewa, sekitar 62 Km dari Kota Waingapu.di kampung ini anda dapat mengunjungi makam Raja Lewa.

• Aktifitas yang dapat dilakukan : foto, melihat arsitek rumah sumba,  menyaksikan tarian tradisional dan kuburan megalitik
• Akomodasi : tidak terdapat akomodasi di sekitar obyek, tamu biasanya menginap di hotel yang terdapat di kota waingapu.

(lihat  info Hotel dan Tarif di kota Waingapu di bawah )

• Kuliner : terdapat beberapa warung makan yang terletak di ibukota kecamatan
• Berbelanja : -
• Transportasi : sarana transportasi umum (Bus)

KAMPUNG WUNGA

Terletak di Desa Wunga, Kecamatan Haharu, sekitar 63 Km dari Kota Waingapu. Kampung ini merupakan kampung pertama dan tertua di Sumba.
• Aktifitas yang dapat dilakukan : foto, melihat arsitek rumah sumba,  menyaksikan tarian tradisional dan kuburan megalitik
Akomodasi : tidak terdapat akomodasi di sekitar obyek, penginapan terdekat berada di pantai puru kambera yakni Pondok Wisata Pantai Cemara:
https://www.facebook.com/Pondok/Wisata Pantai Cemara
www.pesonasumba.com
tarif kamar:
-    Standard        : Rp.  650.000/pax
-    Superior        : Rp.  900.000/pax
-    Deluxe            : Rp.2.250.000/pax
atau tamu biasanya menginap di hotel yang terdapat di kota waingapu.
(lihat info Hotel dan Tarif di kota Waingapu di bawah )
• Kuliner : terdapat beberapa warung makan yang berjarak kurang lebih 5 km di luar obyek
• Berbelanja : masyarakat biasanya menawarkan hasil tenun pada pengunjung
• Transportasi : sarana transportasi umum (Bus)

KAMPUNG RAMBANGARU

Terletak di Desa Rambangaru, Kecamatan Haharu, sekitar 33 Km dari Kota Waingapu.
•    Aktifitas yang dapat dilakukan : foto, melihat arsitek rumah sumba, menyaksikan tarian tradisional, menyaksikan proses pembuatan kain tenun dan kuburan megalitik
Akomodasi : tidak terdapat akomodasi di sekitar obyek, penginapan terdekat berada di pantai puru kambera yaitu : pondok  Wisata Pantai Cemara (https://www.facebook.com/Pondok/Wisata Pantai Cemara
www.pesonasumba.com)
•    Kuliner : -
•    Berbelanja : masyarakat biasanya menawarkan hasil tenun pada pengunjung
•    Transportasi : sarana transportasi umum (Bus)

KAMPUNG RAJA PRAILIU


Terletak di Kelurahan  Prailiu, Kecamatan Kambera, sekitar 2 Km dari Kota Waingapu. Meski berada di tengah kota waingapu, masyarakat di kampung ini tetap menjaga dan melestarikan adat dan budaya leluhur sumba.


•    Aktifitas yang dapat dilakukan : foto, melihat arsitek rumah sumba, menyaksikan tarian tradisional, proses pembuatan kain tenun dan kuburan megalitik
•    Akomodasi : terdapat banyak pilihan penginapan karena terletak di kota waingapu.

(lihat info Hotel dan Tarif di kota Waingapu di bawah )

•    Kuliner : terdapat beberapa warung makan  di luar obyek
•    Berbelanja : masyarakat biasanya menawarkan hasil tenun pada pengunjung namun terdapat juga toko souvenir di luar obyek.
•    Transportasi : sarana transportasi umum (Bemo), ojek.

TARIAN TRADISIONAL

Berbagai tarian tradisional terdapat diseluruh daerah Sumba Timur yang disajikan pada upacara ritual, pagelaran dan acara pemerintahan yang diiringi oleh nyanyian lagu-lagu adat, gong dan tambur serta alat musik dari bambu (nggu’nggi dan jung’ga au) yaitu tari Ndua kali, tari Kadingangu, tari Ngguku (Wulu Manu), tari Parinna, tari Ludu, tari Panapang Baru, tari Patang, tari Pata Pandailung, tari Waluk, tari Kanduku Wuaka dan tarian penyambutan tamu agung yaitu: Ninggu Harama dan Harama.

Selain di kampung-kampung tradisional, tarian diatas dapat juga disaksikan di sanggar-sanggar seni antara lain : sanggar tari Ori Angu (Lambanapu), sanggar tari Ninggama (Prailiu), sanggar tari Mbeni Mangu (Wangga), sanggar tari Talu Nggeda (Kawangu), Gempar (Praimbana), Prainatang (Mondu), Praiyawang (Rindi), Katala Hamu Lingu (Lewa), Riki Mata (Radamata), Manandang Pa’Ori ( Desa Praikalala), Guagat Paraingu (Kecamatan Kananggar).

KEMATIAN DAN PENGUBURAN

Kematian dilihat dari transisi antara hidup duniawi dan akhirat dan merupakan peristiwa penting dalam perjalanan seseorang menuju kebahagiaan sejati. Oleh karenanya penguburan harus dilaksanakan dengan upacara khusus agar arwah manusia layak masuk dalam Praimarapu (Surga). Setelah mayat disimpan bahkan sampai bertahun-tahun, dilakukan penyembelihan ternak kerbau dan kuda dalam jumlah besar (tergantung status sosial) sebagai sesaji pengiring penguburan. Upacara ini terdiri dari dua tahap, pertama

jenazah dibungkus dengan kain berlapis-lapis lalu diletakkan dalam peti kayu dengan diameter 1,50 cm (pada jaman dahulu tidak menggunakan peti berbahan kayu, melainkan menggunakan kulit kerbau yang telah dikeringkan). Jenazah diletakkan dalam posisi jongkok (seperti posisi janin dalam rahim ibu, yang memiliki makna “Lahir Baru”) lalu ditempatkan dalam rumah adat sambil menantikan upacara berikutnya.

Jenazah dijaga oleh Papanggang/Ata Ngandi (Hamba Bawaan) yang juga berperan sebagai mediator dengan sang arwah. Sehari sebelum berakhirnya tahap pertama diadakan upacara Pahadang yang dipimpin oleh Ratu (Pendeta Marapu). Sebelum tahap kedua, batu kubur sudah disiapkan dengan ukuran tergantung status sosial. Batu tersebut harus ditarik dari luar kampung yang diawali dan diakhiri dengan upacara khusus. Jenazah diusung dan diarak dalam suatu prosesi sambil diiringi oleh arakan kuda berhias yang ditunggangi oleh hambanya (Ata Ngandi) sampai ketempat pemakaman jenazah ditempatkan dalam kubur batu megalit. Anda dapat melihatnya di Kampung Prailiu, Pau dan Praiyawang, serta kampung-kampung tradisional lainnya.

SENI DAN KERAJINAN TANGAN

Kekhasan tenun ikat memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi ketenaran Sumba Timur di mata dunia. Disebut tenun ikat karena kegiatan mengikat amat berperan. Sebelum ditenun, benang diikat menurut pola yang telah ditentukan sebelumnya, lalu dicelup dalam pewarna, hanya kini masi digunakan benang yang dipintal secara manual dan alamiah. Kekuatan kain tenun Sumba Timur bukan saja terletak pada desain yang unik, penuh simbol-simbol dekoratif bermakna sosial kemasyarakatan hingga keagamaan ataupun tata warna alamiah yang sangat menarik tetapi justru pada proses pembuatan yang melibatkan jiwa penenunnya tersebut, yang memungkinkan waktu berbulan-bulan masa kerja dilalui dengan penuh kesabaran serta ketekunan yang luar biasa. Tenunan biasanya digunakan untuk pakaian adat, belis, membungkus jenazah dan lainnya sebagainya. Proses pembuatan tenun ikat dapat dilihat di Kampung Prailiu, Kampung Lambanapu, Kampung Mauliru, Kampung Pau, Kampung Praiyawang dan Desa Watuhadang serta Desa Kaliuda yang merupakan pusat kerajinan tenun ikat.

Bagi orang Sumba Timur, semua benda seni primitif memiliki fungsi sosial berkaitan dengan kepercayaan Marapu. Patung dan ukiran (Penji) dari kayu dan batu, anyam-anyaman dari daun pandan dan lontar (tikar, tas, karuku/tempat nasi dan mbuala pahappa/tempat sirih pinang wanita serta kalumbutu/tempat sirih pinang pria) dan kerajinan tembikar dari tanah liat serta berbagai aksesoris logam (Mamuli, Luluamahu dan anting-anting).


KAMPUNG HAMA PARENGU

Obyek ini terletak di desa Kuta Kecamatan Kanatang ± 2 jam berjalan kaki dari mananga mihi. Hama Parengu merupakan bekas perkampungan yang sudah ditinggalkan oleh penghuninya. Dulu kampung ini dihuni oleh 12 marga yang dipimpin oleh Marga Ana maeri. Kampung ini dikelilingi oleh pagar batu sehingga kampung ini juga dikenal dengan benteng Hamaparengu. Dikampung ini anda dapat menyaksikan kubur batu megalitikum, meriam dan kuali raksasa. Serta pada tahun – tahun tertentu, di kampung ini masih dilaksanakan ritual atau upacara adat (Mangejing).

  • Jarak tempuh dari Dermaga menuju obyek : 20 km.
  • Aktifitas yang dapat dilakukan : foto dan menikmati sunrise dan sunset di hamparan padang sabana, menunggang kuda.
  • Akomodasi : tidak terdapat akomodasi di sekitar obyek, tamu biasanya menginap di hotel yang terdapat di pantai puru kambera yaitu: Pondok Wisata Pantai Cemara – Puru Kambera – Desa Mondu Kecamatan Haharu

https://www.facebook.com/Pondok /Wisata Pantai Cemara

www.pesonasumba.com

INFO HOTEL DAN TARIF DI KOTA WAINGAPU


1.    MERLIN HOTEL, Jln. D. I. Panjaitan No. 25,Telp. 0387-61300, Waingapu
Tarif kamar :
-    Suite             Rp. 275.000/hari
-    VIP            Rp. 176.000/hari
-    Standard        Rp. 132.000/hari
Menyediakan Rent Car
2.    SANDLEWOOD HOTEL, Jln. D. I. Panjaitan No. 23, Telp. 0387-61887, Waingapu
Tarif Kamar
VIP
-    Single            Rp. 187.000/hari
-    Double        Rp. 209.000/hari
-    Triple            Rp. 231.000/hari
Standard
-    Single            Rp.  99.000/hari
-    Double        Rp. 143.000/hari
-    Triple            Rp. 165.000/hari
Ekonomi
-    Single            Rp.  66.000/hari
-    Double        Rp.  99.000/hari
-    Triple            Rp. 110.000/hari
Menyediakan Rent Car
3.    ELVIN HOTEL, Jln. A. Yani No. 73, Telp. 0387-61642, Waingapu
Tarif kamar
VIP            Rp. 500.000/hari
Standard            Rp. 450.000/hari
Menyediakan Rent Car
4.    KALIUDA HOTEL, Jln. W. J. Lalamentik No. 3, Telp. 0387-61264 -62806, Waingapu
Tarif kamar        Rp. 150.000/hari
5.    SURABAYA HOTEL, Jln. Eltari No. 2, Telp. 0387-61125, Waingapu
Tarif kamar
Standard            Rp. 100.000/hari
Ekonomi            Rp.  50.000/hari
6.    LIMA SAUDARA HOTEL, Jln. Wanggameti No. 2, Telp. 0387-61083, Waingapu
Tarif kamar
Rp. 90.000/hari s/d Rp.110.000/hari
7.    HOTEL  JEMMI, Jln. Umbu Marahongu No.-, Telp. 0387-62747, Waingapu
Tarif kamar
Standard            Rp. 200.000/hari
Ekonomi            Rp. 120.000/hari
8.    Tanto Hotel, Jln. Prof. Dr. W.Z Yohanes No. 14, Waingapu, Telp. 0387-62500, 0387-61048, HP. 081283255500
Tarif kamar
Suite             Rp. 640.000/hari
Executive        Rp. 560.000/hari
Standard            Rp. 490.000/hari
9.    MELATI, Jln.U.T Marisi No. 36, Telp. 0387-62030, Waingapu
Tarif kamar            Rp. 150.000
10.    Wisma Cendana, Jl. Pulau Sabu Kelurahan Kambajawa
Tarif kamar            Rp. 200.000/hari

11. Wisma Eldorado, Jln.  Matawai Amahu Nr.23, Waingapu, Sumba 87112, Indonesia


Wisma Eldorado

Tarif kamar  :

Rp. 100.000/hari (1 orang)

Rp. 140.000/hari (2 orang)

sumber: Dinas Pariwisata Sumba Timur