Gallery Foto
  • Bimtek TIK 2017_1
  • Bimtek TIK 2017_2
  • Bimtek TIK 2017_1
  • Stuba di Pemkot Surabaya_1
  • Stuba di Pemkot Surabaya_2
  • Stuba di Pemkot Surabaya_3
  • Stuba di Pemkot Surabaya_4
  • Stuba di Pemkot Surabaya_5
  • Bimtek TIK Bagian PDE 2015_3
1 2 3 4
Login Form



Video Conference Rapat Koordinasi Perihal Ketahanan Pangan Daerah

Waingapu - Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Timur, Domu Warandoy, SH, M.Si mengikuti rapat melalui Video Conference (Vicon) tindak lanjut Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) no. 2 Tahun 2020 tentang menjaga Ketahanan Pangan Nasional pada saat tanggap darurat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dengan agenda Pembentukan Satuan Tugas Monitoring Tim Ketahanan Pangan Daerah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Timur dalam mengikuti Vicon dengan Kemendagri, Kamis (15/5/2020) siang tadi, didampingi Plt. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Sumba Timur, Oktavianus Mbaku Muku, SP. M.Si

Dalam rangka menindaklanjuti instruksi Mendagri tentang menjaga ketahanan pangan nasional, pada saat tanggap darurat Covid 19 mulai dari pusat sampai daerah dibentuklah satuan tugas untuk memastikan dan memonitor ketahanan pangan daerah. Pembentukan satuan tugas ini memonitor terkait ketersediaan kebutuhan kelancaran distribusi dan fluktuasi. Oleh karena itu, diminta kepada Pemerintah Provinsi sampai kepada Pemerintah kabupaten/kota, untuk membentuk satuan tugas ketahanan pangan.

Satuan tugas ini diketuai Sekretaris Daerah yang beranggotakan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas perdagangan, Bappeda, Dinas perhubungan, TNI/Polri serta Buloq. Dan Satuan tugas ini bertanggungjawab kepada Bupati sekaligus melaporkan setiap hari ketersediaan kebutuhan fluktuasi harga.

Satgas ini, akan mengisi laporan harian tentang 11 Bahan Pangan Pokok (Bapok) di Kabupaten Sumba Timur, seperti beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi/kerbau, daging ayam ras, telur ayam ras, gula pasir dan minyak goreng. Kesemuanya itu, akan dilaporkan Pemerintah daerah kepada Pemerintah provinsi sampai ke Pemerintah pusat.

 

Diskusi Bupati Sumba Timur bersama Forum Academia NTT

Waingapu - Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora M.Si didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Timur, Domu Warandoy, SH, M.Si dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur, dr. Chrisnawan Try Haryantana, melaksanakan dialog bersama Forum Academia Nusa Tengga Timur (FAN NTT) Jejarig Nusa Tenggara Timur "Bergerak memacu perubahan bersama" bertempat di Rumah Jabatan Bupati, Kamis, 14 Mei 2020.

Dialog yang dilaksanakan oleh Forum Academia NTT ini bersama tiga nara sumber, Drs. Gideon Mbilijora, M.Si, (Bupati Sumba Timur), Drs. H. Djafar H. Achmad, MM (Bupati Ende) dan Jermi M. Haning, PhD (Wakil Ketua Pelaksana Satgas Percepatan Penanggulangan Penanganan Covid-19 Rote Ndao)

Dialog dengan tema "Ada Apa dengan COVID-19 di NTT" dan dipandu oleh Gusti Brewon-Forum Academia NTT, disiarkan secara langsung melalui halaman Facebook "Forum Academia NTT" dan melalui laman channel youtube Forum Academia NTT sehingga informasi pada saat dialog dapat diikuti oleh masyarakat luas.

Informasi dari gugus tugas percepatan Penaganan Covid -19 NTT dimana sampai dengan malam ini di NTT dalam rilis terakhir kasus konfirmasi positif covid-19 melalui pemeriksaan pcr, ende satu kasus, Waingapu dua kasus dan Rote Ndao dua kasus telah terkofirmasi positif melalui pemeriksaan PCR, ada beberapa hal yang didskusikan dalam dialog ini dengan beberapa pertanyaan yang berinteraksi langsung pada saat diskusi. terkait hal diatas pertanyaan yang ditanyakan kepada nara sumber, Bupati Sumba Timur menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Gusti Nrewon sebagai pembawa acara dalam dialog ini..

Bgmn situasi pasien setelah pengumuman resmi di masing - masing daerah khususnya Sumba Timur? Bupati Sumba Timur mengatakan, khusus Sumba Timur, berasal dari STT-Grogol 1 orang, kluster grogol, yang termasuk salah satu dalam 10 mahasiswa yang berasal dari STT grogol dimana setelah dilaksankan pemeriksaan yang sebelumnya dibandara dan hasilnya positif reaktif Covid-19, yang bersangkutan langsung diisolasi bersama teman2nya sehingga tidak berkesempatan kembali ke rumah atau bertemu orang lain atau saudara selain petugas yang menjalankan prosedur penanganan covid-19. Sampai dengan saat ini masih diawasi dan ditelusuri siapa saja teman seperjalanannya yang dari kabupaten sumba timur maupun ka bupaten lain. Pemerintah Kabupaten Sumba Timur meminta kepada masyarakat untuk tidak panik karena dari awal ketika yang bersangkutan tiba di waingapu dan ketika didapati terindikasi covid-19 maka pihak terkait langsung melakukan isolasi sehingga yang bersangkutan tidak melakukan aktivitas yang laim dan langsung ditangani. harapannya adalah dari sepuluh sampel yang dikirim ke Balibangkes di Jakrta unruk dilakukan tes Swab PCR didapatkan hasil 9 negatif dan 1 positif dan kesepuluh sampel masih dikirim ke Kupang termasuk 7 sampel tambahan dan sampai saat ini masih menunggu hasilnya dari Kupang.

Bagaimana kesiapan tenaga medis dan layayan kesehatan di ST terkait dengan temuan 1 kasus positif covid-19? Kesiapan SDM, tenaga medis dan paramedis  kabupaten Sumba Timur cukup siap termasuk APD hanya alat Rapid Tes yang masih kurang dan masih dipesan dan perlu dukugangan dari pihak provinsi. terkait pelaku perjalanan lintas antar kabupaten para Bupati dari empat kabupaten di pulau sumba telah mnyepakati harus mempunyai bukti medis hasil rapid tes sebagai upaya mengantisipasi pencegahan penularan covid-19. terkait pelaku perjalanan lintas tracing didaratan sumba, maka telah diminta manifes penumpang pada saat yang bersangkutan tiba dan telah diinformasikan kepada kabupaten tetangga untuk melakukan tracing dan selanjutnya dapat dilakukan rapid tes kepada masyarakat yang ditemui oleh orang tersebut.

Bgmn dgn rencana pengiriman sampel swab? Bupati Sumba Timur mengatakan, Provinsi menetapkan Sumba Timur sebagai 'Titik Jemput" untuk pulau sumba. Pemerintah kabupaten Sumba Timur berharap upaya seperti yang dilakukan oleh pemerintah propinsi untuk tetap menjemput hasil swab terpusat di Kabupaten Sumba Timur dan pada waktu yang lalu telah dikirim 17 sampel swab untuk dilakukan tes PCR di kupang.

Bagaimana ketahanan sosial ekonomi yang dilakukan oleh pemda.ST utk memastikan rakyat terpenuhi hak sosial ekonominya ditengah upaya percepatan penanganan pencegahan pandemi covid 19? Kabupaten Sumba Timur sebelum Pandemi ini, memang telah dihadapkan masalah kekurangan curah hujan, gagal tanam sehingga pemerintah kabupaten sumba timur berusaha untuk meningkatkan pemanfaatan daerah daerah aliran sungai. untuk daerah pesisir yang potensial pengembangan rumput laut dengan lebih digalakkan budidaya rumput laut karena merupakan komoditi unggulan di kabupaten Sumba Timur karena telah mempunyai perusahaan daerah sebagai pabrik pengolahan rumput laut sehingga masyarakat dapat menjual disana. pemerintah kabupaten sumba timur menyadari kebutuhan sembako berasal dari surabaya, sehingga dari awal kapal barang, kapal logistik tidak dilarang untuk masuk sumba timur dan untuk jalur laut yang paling layak dari empat kabupaten hanya di sumba timur. terkait dengan ketahananpangan dan aespek sosial ekonomi Pemerintah daerah sumba timur telah menyiapkan dana untuk jaring pengaman sosial, selain itu dana yang terkait dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang terdampak langsung maupun tidak langsung selain yang berasal dari APBN dan APBD I termasuk juga dari BLT dana desa sehingga dana yang disiapkan ini benar benar dimaksimalkan untuk menangani hal diatas.

Bagaimana dgn tenaga medis yana ada dalam garda terdepan pelayanan kesehatan, apakah mendapat kebijakan khusus krn resiko yang lebih tinggi apakah mendapat intensif khusus sesuai arahan presidem atau ada kebijakan lain? "khusus utk tenaga medis dan paramedis sesuai kebijakan pusat tetap dsiapkan dalam APBD-II intsentif khusus walaupun pemerintah pusat belum merealisasi tetapi Pemerintah Kabupaten Sumba Timur telah menyiapkan dana untuk memberikan insentif kepada tenaga media dan paramedis", ucap Bupati Sumba Timur.

yang mengalami kendala biasanya masyarakat yang paling terdampak atau warga yang tidak mempunyai dokumen kependudukan yang lemgkap seperti KTP dan KK dimana masyarakat ini juga terkena dampak pandemi covid-19, seperti warga perantau yang blm mempunyai identitas kependudukan yang blm lengkap, terkait dengan hal tersebut, maka langkah apa yang dilakukan pemerintah Kabupaten Sumba Timur dalam menyikapi hal ini? Selain yang bekerja di sektor pertanian maka sektor industri, pedagangan dan jasa, pedagang kecil yang paling terdampak. terkait dengan batuan dari pusat yang harus mempunyai KTP, KK dan lain - lain, maka kembali ke kondisi faktua di lapangan, Pimpinan dalam hal ini harus mengambil keputusan yang berpihak pada masyarakat. sementara ini masih dilakukan pendataan temasuk bagi mahasiswa dan warga sumba timur yang terdampak yang berasal dari sumba timur dan berada di luar Sumba Timur, masih dilakukan pendataan termasuk dengan mendorong paguyuban - paguyuban sumba timur yang berada diluar untuk memberikan data yang sesuai dilapangan yang telah diverifikasi terlebih dahulu. khusus untuk mahasiwa dan warga sumba timur yang telah memilik KTP daerah lain tentu daerah tersebut tidak akan menutup mata sedangkan yang tidak mempunyai KTP setempat akan tetap diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Sumba Timur.

Bagaimana kesiapan pemerintah daerah Kabupaten Sumba Timur dalam meghadapi pekerja migran asal indonesia yang barada di luar negeri yang akan dipulangkan dan bagaimana dengan kondisi tempat  Karantina? Pemerintah Kabupaten Sumba Timur belum mempunyai data yang pasti pekerja migran yang berada diluar, tetapi sepanjang warga sumba timur maka pemerintah Kabupaten Sumba Timur tetap melayani tetapi harus melalui protokol kesehatan yang ada, harus melalui rapid tes dan lain - lain pada saat kembali ke daerah alas. terkait dengan kesiapan tempat sebagai karantina, dari awal telah disiapkan satu puskesmas dan satu hotel yang cukup layak dan nyaman untuk menjadi tempat karantina bagi pelaku perjalanan dan para pekerja migran yang akan datang.

Sebelum menutup dialog dengan Forum Academia NTT pesan yang disampaikan kepada seluruh masyarakat Sumba Timur dimana saat ini dan telah ada pasien yang positif covid-19, agar masyarakat Sumba Timur jangan panik, karena telah ditangani oleh tenaga medis dan paramedis dan masyarakat tetap mengikuti protokol kesehatan dengan menjaga jarak, mencuci tangan, menggunakan masker dan saat ini telah dilakukan tilang masker untuk selalu diperhatikan oleh masyarakat, ucap Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora, M.Si.

 

Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Tahun 2020 se-Provinsi NTT

Waingapu - Bupati Kabupaten Sumba Timur, Drs. Gideon Mbilijora, M.Si didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Timur, Inspektur Inspektorat Kabupaten Sumba Timur,  Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Kabupaten Sumba Timur, Kepala Bappeda, Kepaka BKAD, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala DPMPTST, Kepala Dinas Pendidikan, serta dari lingkup Sekretariat daerah diantaranya Kepala Bagian Organisasi, Kepala Bagian Hukum dan Kepala Bagian pengadaan Barang dan Jasa mengikuti Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Tahun 2020 se-Provinsi Nusa Tenggara Timur secara daring melalui Video Conference dengan menggunakan aplikasi zoom. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat komitmen Kepala Daerah dalam Program Pencegahan Korupsi di lingkungan Pemerintah Daerah.Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Tahun 2020 se-Provinsi NTT.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Kakorwil IV NTT KPK RI, Bapak Nana Mulyana sebagai pembicara dan Bapak alfi R Waluyo, PIC (Person In Charge) Wilayah Kalimantan Timur sebagai Moderator, Wuri Nurhayati PIC wilayah provinsi NTT, ACLC (AntiCorruption Learning Center) KPK, ibu Elga.

Kakorwil IV NTT KPK RI, Nana Mulyana, menyampaikan beberapa hal terkait Penyelamatan Keuangan dan Aset Daerah, Kerjasam dengan kejaksaan Agung terkait Penertiban Aset dan Pengembalian Aset Pemerintah Daerah.

PIC Wilayah NTT, Wuri Nurhayati menjelaskan beberapa hal dalam rapat ini, Fokus Koordinasi pencegahan 2020 dibagi dalam Perbaikan tata Kelola Pemerintahan, Penyelamatan Keuangan dan Aset Daerah serta Penugasan tematik. dalam Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan dijabarkan lagi dengan hal yang perlu diperhatikan yaitu Perencanaan dan penganggaran APBD, Pengadaan barang dan Jasa,Perizinan Terpadu Satu Pintu, Kapabilitas APIP, Manajemen ASN, Optimalisasi Pendapatan Daerah, Manajemen Aset Daerah dan Tata Kelola Dana Desa. Dalam penyelamatan Keuangan dan Aset Daerah, Hal yang perlu diperhatikan adalah Penertiban Aset, Pemulihan Aset, Peningkatan Pajak Sertikasi Aset dan Outcome Fokus area MCP yang dijabarkan lagi dalam beberapa penjelasan dari masing - masing hal diatas. item  Penugasan Khusus, fokusnya dalam Pendampingan Penanganan COVID-19 dan Koordinasi Kerja Pencegahan KPK.

Mewakili ACLC (Anti-Corruption Learning Center) menjelaskan ACLC merupakan Pusat Edukasi Anti Korupsi yang merupakan upaya KPK dalam Pemberantasan Korupsi melalui pendidikan anti korupsi. melalui Pusat Edukasi Anti Korupsi ini dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dan lembaga penegak hukum dalam pembagunan Integritas masyarakat sebagai upaya kolektif dalama pemberantasan korupsi.

Setelah Rapat Koordinasi selesai, Bupati Kabupaten Sumba Timur memberikan penegasan kepada Inspektur Inspektorat agar menegeluarkan surat penegasan terkait laporan LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara negara) untuk segera melaporkan LHKPN nya bagi pejabat negara yang belum melaporkan LHKPN nya dimana hal ini terkait dengan penilaian penilaian KPK dalam melakukan Evaluasi Capaian Monitoring (MCP) Monitoring Centre For Prevention yang merupakan Informasi capaian Kinerja Program Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi yang dilaksanakan oleh seluruh Pemerintah Daerah Di Seluruh Indonesia.