Sebagaimana diketahui bahwa ternak merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Kabupaten Sumba Timur disamping memiliki nilai sosial budaya juga memiliki nilai ekonomis sebagai salah satu sumber pendapatan peternak sekaligus sekaligus sumber pendapatan daerah melalui perdagangan antar pulau. Akan tetapi akhir-akhir ini populasi ternak besar cenderung menurun baik karena perdagangan antar pulau, maupun urusan sosial budaya antar daerah dalam pulau Sumba serta terjadinya kekurangan pakan pada saat musim kemarau akibat degradasi lingkungan.

Pembangunan peternakan di Nusa Tenggara Timur khususnya kabupaten Sumba Timur dihadapkan pada berbagai masalah dasar yang membutuhkan penanganan secara bertahap. Usaha meningkatkan produksi peternakan agar pendapatan dapat meningkat dalam rangka memperbaiki kesejahteraan petani peternak secara nyata dan stabil, tidak saja berhadapan dengan masalah teknis tetapi juga masalah social ekonomi dan pengelolaan pembangunan itu sendiri. Salah satu masalah dan tantangan yang masih akan dihadapi adalah aspek pengembangan dan penggunaan sarana produksi. Bibit ternak merupakan salah satu sarana produksi terpenting dari pembudidayaan ternak dalam rangka mengembangkan usaha peternakan. Hal ini terkait dengan kenyataan bahwa melalui perbenihan dan perbibitan yang tangguh akan berdampak pada terwujudnya usaha budidaya yang berdaya saing dan produktif.

Dengan adanya usaha perbaikan bibit ternak, maka upaya untuk meningkatkan populasi, produksi dan nilai tambah produk-produk peternakan akan semakin terbuka. Sebab disadari bahwa pembangunan peternakan memiliki nilai yang penting dalam ketahanan pangan dalam upaya mencerdaskan Sumber Daya Manusia. Fungsi protein hewani sangat menentukan dalam mencerdaskan manusia, karena kandungan asam aminonya tidak tergantikan sehingga dapat dikatakan bahwa protein hewani  mampu menjadi agen pembangunan.

Produksi daging saat ini dalam memenuhi kebutuhan konsumsi daging secara nasional diperoleh antara lain dari daging sapi, yang mensuplai terhadap kebutuhan daging sebesar 23%.

Dalam rangka mendukung pembangunan pertanian sub sektor peternakan khususnya di Kabupaten Sumba Timur, Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Kabupaten terus mendukung melalui alokasi anggaran setiap tahunnya baik untuk pengadaan ternak maupun pembangunan infrastruktur lahan dan air di padang pengembalaan.

Jenis – jenis ternak yang saat ini di usahakan di Sumba Timur antara lain: Sapi, Kerbau, Kuda, Kambing Domba dan Babi. Selain ternak besar masyarakat juga memelihara ternak kecil seperti unggas yaitu Ayam Kampung, Ayam Pedaging dan Ayam Petelur

Seiring dengan kegiatan tersebut pembangunan infrastruktur lahan dan air sebagai sumber pakan ternak dan sumber air minum di padang pengembalaan terus ditingkatkan. Sesuai hasil pendataan terakhir Tahun 2018, Pada Tahun 2018, Jumlah Populasi Ternak Besar Seperti Kuda Mencapai Jumlah sebesar 32.983 ekor, sapi Mencapai Jumlah 51.811 dan Kerbau Mencapai Jumlah 39.737, dan Populasi Ternak Besar tersebut mengalami Kenaikan dari populasi Tahun Sebelumnya pada tahun 2017 Populasi kuda Hanya berjumlah 31.729 sapi Berjumlah 49.494 dan Kerbau Berjumlah 38230 dapat dilihat pada tabel populasi ternak berikut ini

Populasi Ternak Menurut Kecamatan dan Jenis Ternak, 2018

Population of Livestock by District and Kinds of Livestock, 2018

 

 

Kecamatan
District
(1)

 

Sapi Perah

 

 

Sapi Potong

Beef Cattle

Kerbau

Buffalo

 

 

 

Kuda
Horse

Kambing / Domba *)
Goat /sheep

Babi *)
Pig

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

01. Lewa

 

2861

1229

1537

1683

6486

02. Nggaha Ori Angu

 

2725

1716

1575

1218

6650

03. Lewa Tidahu

 

971

646

371

979

2783

04. Katala Hamu Lingu

 

1060

671

591

640

1689

05. Tabundung

 

1426

2937

1335

2559

5737

06. Pinu Pahar

 

1561

2474

1581

2994

4593

07. Paberiwai

 

1200

1947

463

1890

5089

08. Karera

 

4313

6986

1862

1637

7946

09. Matawai La Pawu

 

718

2406

684

3292

2973

10. Kahaungu Eti

 

2690

1251

1292

2775

6657

11. Mahu

 

568

2119

373

322

1960

12. Ngadu Ngala

 

356

1610

310

1124

5110

13. Pahunga Lodu

 

4212

2356

1635

2777

11832

14. Wula Waijelu

 

435

1301

267

551

6727

15. Rindi

 

7805

4465

3846

2545

6009

16. Umalulu

 

1369

481

902

7936

7524

17. Pandawai

 

9189

1984

4985

7012

5528

18. Kambata Mapambuhang

 

757

910

486

1526

3137

19. Kota Waingapu

 

1831

811

3287

4108

6365

20. Kambera

 

1668

241

930

3448

12030

21. Haharu

 

2402

482

1653

3060

3707

22. Kanatang

 

1694

714

3018

3776

4167

SUMBA TIMUR

 

51811

39737

32983

57852

124699

Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Timur  2020

Sumba Timur Dalam Angka 2019

 

Populasi Ternak Besar di Kabupaten Sumba Timur menurut Jenis dan Perkembangannya, 2011-2018

Population of Large Livestock by Kinds and Trend, 2011-2018

Tahun

Years

Sapi / Cow

Kuda / Horse

Kerbau / Buffalo

Jumlah

Perkembangan

Jumlah

Perkembangan

Jumlah

Perkembangan

(ekor)

(%)

(ekor)

(%)

(ekor)

(%)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

2011

46497

8,91

34344

-5,11

32000

0,48

2012

49920

7,36

32667

-4,88

37295

16,55

2013

47902

-4.04

31757

-2.79

36541

-2.02

2014

50435

5,29

29336

-7,62

34469

-5,67

2015

50700

0,53

31700

8,06

39779

15,41

2016

36599

-27,81

27042

-14,69

31856

-19,92

2017

49494

35,23

31729

17,33

38230

20,01

2018

51811

4,75

32983

3,95

39737

3,97

Sumber : Dinas Peternakan Sumba Timur 2020

Sumba Timur Dalam Angka 2019

 

JumlahTernak yang Dipotong Menurut Jenis Ternak, 2018

Number of Livestock Slaughtered in Slaughtering House by Kinds, 2018

Triwulan

Kerbau

Buffalo

Sapi

Cow

Kambing

Goat

Babi

Pig

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

I

-

198

279

90

II

7

190

170

91

III

1

192

182

92

IV

-

197

145

92

JUMLAH

8

777

776

365

Sumber : Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Timur 2020

Sumba Timur Dalam Angka 2019

Sistem pemeliharaan ternak umumnya masih dilaksanakan secara ekstensif yang mengandalkan sumber pakan dari rumput di padang penggembalaaan alam dengan biaya yang relatif murah dan hemat  tenaga. Disamping itu petani juga mengusahakan penggemukan sapi (paronisasi) disekitar kota dan daerah aliran sungai untuk diantarpulaukan.

Sub sektor peternakan merupakan penyumbang protein hewani untuk kebutuhan masyarakat lokal maupun untuk kebutuhan masyarakat di luar Sumba Timur.

PERTERNAKAN