Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi

PDRB

Sebagaimana perekonomian wilayah lain di Indonesia, perekonomian Kabupaten Sumba Timur pada dasarnya merupakan perekonomian agraris yang dicirikan dengan besarnya peranan sektor pertanian. Dari Tabel berikut dapat dilihat bahwa perekonomian Sumba Timur memiliki ketergantungan yang cukup besar terhadap sektor Pertanian.

Peran Sektor Ekonomi Terhadap PDRB Sumba Timur ADHB Tahun 2015–2020

Lapangan Usaha PDRB

Distribusi PDRB ADHB (Persen)

2015

2016

2017

2018

2019*

2020**

A - Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan

26.04

25.58

25.51

25,34

25,39

25,95

B - Pertambangan dan Penggalian

1.37

1.31

1.24

1,17

1,12

1,12

C -Industri Pengolahan

1.40

1.40

1.39

1,38

1,42

1,39

D - Pengadaan Listrik dan Gas

0.04

0.05

0.05

0,05

0,05

0,06

E - Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang

0.02

0.02

0.02

0,02

0,02

0,02

F – Konstruksi

11.02

11.34

11.45

11,52

11,68

10,86

G - Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor

13.58

13.75

13.68

13.68

13,86

13,47

H - Transportasi dan Pergudangan

4.83

4.98

4,99

4,99

5,02

4,24

I - Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum

0.25

0.26

0.27

0,29

0,30

0,23

J - Informasi dan Komunikasi

3.47

3.32

3.23

3,15

3,13

3,55

K - Jasa Keuangan dan Asuransi

3.42

3.43

3.51

3,57

3,51

3,84

L - Real Estate

1.97

1.98

1,95

1,93

1,76

1,73

M,N - Jasa Perusahaan

0.26

0.26

0.26

0,26

0,26

0,17

O - Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib

10.22

10.25

10.26

10,25

10,38

10,78

P - Jasa Pendidikan

16.26

15,97

16.14

16,46

16,44

17,11

Q - Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial

2.19

2.20

2.19

2,17

2,17

2,38

R,S,T,U - Jasa lainnya

3.89

3.90

3.87

3,78

3,50

3,10

PDRB

100

100

100

100

100

100

Sumber : Sumba Timur Dalam Angka 2021

Pada tahun 2020, lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan masih memberikan kontribusi yang cukup besar pada PDRB Kabupaten Sumba Timur walaupun kontribusinya setiap tahun cenderung mengalami penurunan. Lapangan usaha lainnya yang kontribusinya cukup besar terhadap PDRB Kabupaten Sumba Timur adalah jasa pendidikan (17,11 persen), perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor (13,47 persen), konstruksi (10,86 persen) dan administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib (10,78 persen). Sedangkan lapangan usaha lainnya memberikan kontribusi umumnya dibawah 5 persen.

 

Produk Domestik Regional Bruto dan Struktur Ekonomi

Besaran produksi barang dan jasa di Kabupaten Sumba Timur yang ditunjukan dalam PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) sampai dengan keadaan tahun 2020 mencapai 6,25 Trilyun, dimana didominasi oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar kurang lebih 1,62 Trilyun atau 25,95 persen. diikuti sektor jasa pendidikan 1,07 Trilyun (17,11 persen). Sementara itu laju pertumbuhan ekonomi kurun waktu 2015 – 2019 fluktuatif di atas 5 persen namun pada tahun 2020 mengalami kontraksi -0,83%.

Nilai dan Pertumbuhan PDRB Kabupaten Sumba Timur Tahun 2015-2020

Uraian

2015

2016

2017

2018

2019

2020

Nilai PDRB (dalam Juta Rupiah)

 

 

 

 

 

 

- Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB)

4.505.551

4.958.380

5.370.180

5.816.330

6.256.410

6.256.880

- Atas Dasar Harga Konstan (ADHK)

3.274.746

3.440.580

3.618.320

3.805.960

4.001.190

3.968.060

Pertumbuhan PDRB ADHK (%)

5,04

5,06

5,17

5,19

5,13

(0,83)

Sumber : Sumba Timur Dalam Angka 2021

Dalam beberapa tahun terakhir peranan semua  sektor terus cenderung meningkat. Hal ini mengindikasikan bahwa secara perlahan perekonomian di Kabupaten Sumba Timur sudah mengalami pertumbuhan dengan distribusi sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebagai leading sektor. Beberapa sektor yang terus mengikuti sektor utama yaitu sektor pendidikan dan perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dan juga menunjukan bahwa perkembangan kontribusi kedua sektor ini cenderung mengalami peningkatan.

Laju Pertumbuhan PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) Tahun 2015-2020

Lapangan Usaha PDRB

ADHK (%)

2015

2016

2017

2018

2019*

2020**

A -     Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan

3.79

2.87

3.39

3.55

3,41

0,49

B -     Pertambangan dan Penggalian

3.00

2.39

2.38

2.30

2,25

0,31

C -     Industri Pengolahan

3.57

3.39

3.66

3.65

5,98

(3,87)

D -     Pengadaan Listrik dan Gas

15.5

12.5

13.1

9.59

1,10

13,48

E -     Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang

2.92

1.02

0.91

0.99

0,98

1,70

F –     Konstruksi

6.07

7.25

7.46

7.04

6,94

(6,32)

G -     Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor

6.16

7.04

6.00

7.06

7,03

(5,39

H -     Transportasi dan Pergudangan

5.04

5.19

5.00

5.25

4,88

(13,04)

I -      Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum

6.28

6.63

12.50

14.53

9,95

(23,87

J -      Informasi dan Komunikasi

5.17

5.00

5.00

4.76

4,66

14,80

K -     Jasa Keuangan dan Asuransi

3.09

6.79

7.95

7.19

3,92

10,00

L -      Real Estate

3.56

3.27

3.28

4.76

0,04

(1,42)

M,N - Jasa Perusahaan

4.24

2.31

2.34

4.73

4,52

(37,68)

O -     Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib

7.31

6.06

6.07

6.25

6,24

5,18

P -      Jasa Pendidikan

5.35

5.19

5.37

5.00

5,01

2,19

Q -     Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial

4.42

6.13

5.65

5.10

6,16

4,29

R,S,T,U - Jasa lainnya

1.26

1.23

1.32

1.26

2,36

(11,85)

PDRB

5,04

5,06

5,17

5,19

5,13

(0,83)

Sumber : Sumba Timur Dalam Angka 2021

 

Mencermati PDRB dikaitkan dengan penggunaannya, perekonomian Kabupaten lebih banyak dimanfaatkan untuk konsumsi rumah tangga (65,70 persen). Investasi belum memberi andil signifikan sedangkan ekspor menunjukan nilai negatif (menurun). Nilai negatif pada komponen ekspor menunjukan bahwa barang dan jasa yang berasal dari luar wilayah lebih banyak dibandingkan dengan yang dikirim ke luar wilayah Kabupaten Sumba Timur.

Untuk Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebagai pengeluaran untuk barang modal yang mempunyai umur pemakaian lebih dari satu tahun dan tidak merupakan barang konsumsi. PMTB mencakup bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal, bangunan lain seperti jalan dan bandara, serta mesin dan peralatan memiliki kontribusi yang besar terhadap perekonomian dan menunjukkan semakin besar jumlah PMTB Kabupaten Sumba Timur.

PDRB Pengeluaran ADHK 2015-2019

Jenis Pengeluaran

Produk Domestik Regional Bruto Menurut Pengeluaran Atas Dasar Harga Konstan (Milyar Rupiah)

 

2015

%

2016

%

2017

%

2018*

%

2019**

%

Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga

2767,04

61,41

3005,91

60,62

3217,04

59,91

3356,34

57,71

3630,01

58,01

Pengeluaran Konsumsi LNPRT

158,35

3,51

163,08

3,29

179,77

3,35

193,41

3,33

209,55

3,35

Pengeluaran Konsumsi Pemerintah

1260,9

27,99

1353,44

27,30

1506,38

28,05

1659,46

28,53

1810,2

28,93

Pembentukan Modal Tetap Bruto

1644,71

36,50

2014,8

40,63

2256,03

42,01

2374,27

40,82

2578,55

41,21

Perubahan Inventori

58,46

1,30

32,2

0,65

39,02

0,73

56,05

0,96

63,38

1,01

Net Ekspor Barang dan Jasa

-1383,9

-30,72

-1611,06

-32,49

-1828,06

-34,04

-1823,31

-31,35

-2034,39

-32,51

PDRB

4505,56

100

4958,37

100

5370,18

100

5816,22

100

6257,3

100

Sumber : Sumba Timur dalam Angka 2021, diolah

Pengeluaran/Konsumsi Rumah Tangga

Pengeluaran rata-rata per kapita sebulan adalah hasil bagi antara total pengeluaran seluruh penduduk selama satu tahun dengan jumlah penduduk. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan penduduk Sumba Timur tahun 2020 adalah  sebesar  Rp.813.884  yang  terdiri  dari  Rp.485.502  (59,65  persen) pengeluaran untuk kelompok makanan sedangkan untuk kelompok bukan makanan sebesar Rp.328.382 (40,35 persen). Kondisi ini sejalan dengan Hukum Engel (Engel’s law) yang menyatakan bahwa pada tingkat pendapatan masyarakat yang masih rendah, maka pengeluaran untuk makanan akan memiliki proporsi yang lebih besar dibandingkan dengan kebutuhan bukan makanan. Hal ini berarti pula bahwa kebutuhan makanan masih merupakan prioritas utama bagi masyarakat Sumba Timur. Padi-padian masih merupakan komoditi yang paling banyak dibeli oleh masyarakat di Sumba Timur pada Tahun 2020, dimana sekitar 15.09 persen persen dari pengeluaran untuk makanan digunakan untuk padi-padian, dan diikuti oleh komoditi lainnya secara berturut- turut makanan dan minuman jadi 12,99 persen, rokok 6.94 persen, sayur- sayuran 6,86 persen, ikan 4,71 persen dan daging 4,16 persen. Sedangkan pengeluaran untuk barang makanan lainnya umumnya dibawah 3 persen.

Pertumbuhan Ekonomi dan Tingkat Inflasi

Gambaran Laju Pertumbuhan Ekonomi Dan Tingkat Inflasi Tahun 2015 - 2020

Indikator

2015

2016

2017

2018

2019

2020

Laju pertumbuhan ekonomi (%)

5,04

5,06

5,17

5,19

5,13

-0,83

Tingkat inflasi (%)

5,98

4,75

3,57

3,10

2,79

0,84

Sumber : Sumba Timur dalam Angka 2021, diolah

Pertumbuhan ekonomi Sumba Timur pada kurun waktu 2015-2020 berfluktuasi. Pada Tahun 2015 pertumbuhan ekonomi Sumba Timur berada pada posisi 5,04 persen, Tahun 2016 meningkat sebesar 5.06 persen, pada Tahun 2017 terus meningkat menjadi sebesar 5,17 persen dan tahun 2018 meningkat menjadi 5,19 persen. Namun pada tahun 2019 kembali mengalami perlambatan menjadi 5,13 persen dan pada tahun 2020 mengalami pertumbuhan minus (kontraksi) -0,83 persen. Pertumbuhan minus pada tahun 2020 lebih dominan disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang melanda dunia sejak akhir tahun 2019 sampai dengan saat ini.

Sektor yang mengalami laju pertumbuhan tertinggi tahun 2020 adalah sektor Informasi dan Komunikasi sebesar 14,80 persen, diikuti sektor Pengadaan Listrik dan Gas 13,48 persen dan Jasa Keuangan dan Asuransi 10 persen. Sedangkan sektor lainnya mengalami pertumbuhan di bawah 6 persen dan pertumbuhan minus.

Laju inflasi  Sumba Timur tahun 2015 – 2020 yang diperoleh dari laju pertumbuhan indeks harga implisit PDRB Kabupaten Sumba Timur menunjukkan bahwa inflasi PDRB Kabupaten Sumba Timur bisa ditekan dan cenderung menurun. Pada Tahun 2015 sebesar 5,98 persen, Tahun 2016 sebesar 4,75 persen, tahun 2017 menurun menjadi 3,57 persen, tahun 2018 menurun menjadi 3,10 persen, tahun 2019 sebesar 2,79 persen dan tahun 2020 sebesar 0,84 persen.