• Karnaval Agustus 2015_1
  • Karnaval Agustus 2015_2
  • Karnaval Agustus 2015_3
  • Karnaval Agustus 2015_4
  • Karnaval Agustus 2015_5
  • Karnaval Agustus 2015_6
  • Karnaval Agustus 2015_7
  • Karnaval Agustus 2015_8
  • Karnaval Agustus 2015_9
1 2 3 4
Login Form



Talkshow Online Kemitraan Pembelajaran "Kolaborasi untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Dasar , Literasi, Numerasi dan Inklusi

Waingapu - Wakil Bupati Kabupaten Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, ST, MT mengikuti Video Conference yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia bersama Kementerian Agama dan Pihak Pemerintah Australia dalam hal ini dari Program Direktur "INOVASI", Mark Heyward, Ph.D. kamis (12/05/2020). turut hadir pada kegiatan ini, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumba Timur, Kepala Dinas, Sekretaris serta pejabat Struktural dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur. 

Video Conference Talkshow yang disiarkan secara langsung melalui chanel youtube "INOVASI Pendidikan" ini, dibagi dalam beberapa sesi, sesi Sambutan dan Keynote yang menghadirkan pembicara Mark Heyward, PhD sebagai Direktur Program Inovasi, Michelle Lowe sebagai Counsellor - Human Development DFAT Keduataan Besar Australia, Totok Suprayitno sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Suyitno, M.Ag sebagai Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan dan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama dan seorang Pidato Keynote.

Program Direktur "INOVASI", Mark Heyward, PhD dalam sambutannya mengatakan prgram Inovasi bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa di sekolah - sekolah yang ada di Indonesia terutama dalam hal pembelajaran Literasi dan Numerasi di empat provinsi di Indonesia (Jawa Timur, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat) yang berusaha untuk meningkatkan mutu di jenjang pendidikan dasar, karena pada akhirnya anak - anak di jenjang pendidikan dasar yang akan turut berkontribusi meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM) di Indonesia di masa depan.

fokus utama dalam program Inovasi yang dilaksanakan adalah pelatihan guru dalam kemampuan Literasi dan Numerasi dasar, Pendidikan Inklusif, Kepemimpinan yang berpihak pada pembelajaran, Pemberdayaan orang tua dan keterlibatan masyarakat serta perpustakaan yang ramah anak. Inovasi juga akan memperkuat upaya peningkatan mutu pembelajaran di kelas melalui kerjsama dengan berbagai organisasi pendidikan di daerah.

Mark Heyward menyebutkan salah satu provinsi yang menunjukkan peningkatan kemampuan literasi adalah Nusa Tenggara Timur (NTT), yaitu dari 23 persen menjadi 53 persen. Dan pada angka hasil belajar siswa, kegiatan kemitraan juga telah berhasil memperkecil jurang antara siswa berkebutuhan khusus dan siswa lainnya, yang tadinya 17% menjadi 4%. “Hasil-hasil ini memberikan inspirasi bagi saya, dan saya kira bagi kita semua.”

Michelle Lowe sebagai Counselor - Human Development DFAT Keduataan Besar Australia (Konselor Bidang Pembangunan Manusia) Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia mengatakaan kegiatan ini dapat mendorong para pemangku kepentingan untuk saling belajar dari pengalaman yang dibagikan, dan menemukan berbagai ide dan pendekatan yang dapat diadopsi dan digunakan sesuai konteks di daerahnya masing-masing.

Kualitas pendidikan sangat penting bagi Indonesia dan berkontribusi langsung terhadap pembangunan manusia dan masyarakat, serta angkatan kerja yang produktif di tengah situasi seperti sekarang dimana saat saat ini kita sedang menghadapi dampak dari situasi pandemi Covid-19. Sekolah-sekolah ditutup dan siswa harus belajar di rumah. Hal ini memberikan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi seluruh pemangku kepentingan dalam sektor pendidikan termasuk bagi siswa dan orang tua mereka. Tentu saja solusi atas tantangan tersebut tidak dapat diatasi hanya oleh satu pihak, akan tetapi diperlukan kolaborasi yang kuat dari berbagai pihak untuk mencari jalan keluar kedepannya.

Totok Supriyatno, Ph.D. sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan apresiasi yang tinggi akan dukungan dan kerjasama yang diberikan oleh pemerintah provinsi yang berkomitmen untuk melakukan perubahan. hal ini dilakukan dengan lebih menggali potensi lokal sehingga dapat memberi arah pola pengajaran bagi anak karena akhirnya bertujuan seberapa kompeten mereka, agar mampu berperan penting dan unggul dalam kegiatan yang laksankan.

Talkshow Online Kemitraan Pembelajaran dengan tema "Kolaborasi untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Dasar: Literasi, Numerasi dan Inklusi" bertujuan untuk berbagi hasil dan pencapaian program peningkatan kualitas pendidikan 21 LSM, LPTK dan Organisasi Kemasyarakatan dengan Pemerintah Daerah di 20 kabupaten/kota di Provinsi NTT, NTB, Kalimantan Utara dan Jawa Timur.

Sesi berikutnya, Wakil Bupati Kabupaten Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, ST, MT diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan atau testimoni dari sebagai Nara sumber. "Program Inovasi sangat membantu pemerintah daerah Kabupaten Sumba Timur dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan khususnya jenjang pendidikan sekolah dasar. Ini didasari bahwa angka kemampuan literasi siswa khususnya jenjang pendidikan dasar termasuk kurang dibanding provinsi lain. Dengan program Inovasi yang masuk ada beberapa hal yang dapat dipelajari dengan bermitra Inovai dalam mengentaskan pesoalan Literasi dimana sebelumnya Pemerintah lebih fokus dalam penyediaan sarana prasarana dan meningkatkan atau menambah angka ketersediaan tenaga pendidik tetapi setelah bekerjasama dengan program Inovasi pemerintah daerah mendapat pengalaman bahwa peningkatan kualitas siswa dapat dilakukan dengan program - program yang lebih menyentuh pada mutu pendidikan, antara lain Penguatan Kapasitas Guru, Manajemen Kepala Sekolah, Keterlibatan Orang Tua serta menyediakan sarana kebutuhan buku - buku yang membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan khususnya literasi. Berkaitan dengan kemampuan tenaga pendidik di tingkat dasar khususnya kelas awal yang lebih banyak menggunakan bahasa Ibu (Bahasa Daerah) yang belum fasih berbahasa indonesia, agar siswa bisa tertarik dan beraktifitas di dalam ruang kelas dengan menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar awal dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar awal sehingga siswa tidak merasa asing saat masuk dalam pertama ruang kelas. selanjutnya agar nuansa kelas menyejukkan dan tidak asing bagi anak - anak maka dalam tingkat dasar ini anak - anak diberikan motivasi untuk mengeluarkan imajinasi dan kreativitas dan hasil nya ditempel diruangan kelas yang menjadikan ruangan kelas tersebut tidak seperti berada diruangan asing tepai lebih familiar bagi jiwa anak - anak."

Program INOVASI, sejalan dengan Gerakan Literasi Nasional, akan bekerjasama dengan guru, orang tua, kepala sekolah, pemerintah kabupaten dan pemangku kepentingan kunci lainnya, dalam menemukan dan memahami cara- cara lokal untuk meningkatkan hasil pembelajaran siswa, khususnya yang berkaitan dengan kemampuan literasi dan numerasi, baik itu di kelas maupun di sekolah. Landasan dari Inovasi untuk guru adalah mendidik anak dengan pendekatan Kreativitas (memerdekakan anak).

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbud, Iwan Syahril sebagai keynote speaker mengatakan bahwa Kemendikbud menginginkan adanya ekosistem yang kuat sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan. Arahan dari Presiden Repubulik Indonesia adalah kita harus kerja keras, kerja cepat, kerja produktif, tapi jangan lupa fokusnya adalah outcome. Outcome tersebut  adalah sebagai hasil belajar murid. Kita masih perlu kerja keras yang lebih fokus lagi, dan visi Merdeka Belajar adalah visi berfokus kepada murid.”

 

Penandatanganan Kesepahaman Bersama Pendampingan dan Pengawasan Anggaran COVID-19

Waingapu - Bertempat di Ruang Rapat, Bupati Sumba Timur, Drs. Gideon Mbilijora, M.Si didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Kabupaten Sumba Timur, Yacobus Yiwa, SH dan Kepala Kejaksaan Negeri Waingapu, Setyawan Nur Chaliq, SH, MH mengikuti Video Conference Kesepahaman Bersama Pemerintah Provinsi NTT, Kejaksaan Tinggi NTT dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Provinsi NTT tentang Pendampingan dan Pengawasan Akuntabilitas Penanggulangan dan pencegahan Corona Virus Disease (COVID-19) Di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Selanjutnya diikuti dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) antara Pemerintah Provinsi NTT yang ditandatangani oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dengan Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Pathor Rahman, Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi NTT, Iwan Agung Prasetyo.

Penandatanganan Nota Kesepahaman disaksikan oleh Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, Ketua Dprd NTT, Emi Nomleni, Kapolda NTT Irjen Pol Hamidin, Danrem 161 Wirasakti Kupang, Brigjen TNI Syaiful Rahman. turut pula hadir Sekretaris Daerah provinsi NTT, Ir. Benediktus Polo Maing dan para pejabat eselon dua lingkup Provinsi NTT, Walikota Kupang Jefri Riwu Kore dan anggota Forkopimda lainnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sumba Timur, Drs. Gideon Mbilijora, M.Si Menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (MoU) dengan Kepala Kejaksaan Negeri Waingapu, Setyawan Nur Chaliq, SH, MH antara Pemerintah Kabupaten Sumba Timur dan Kejaksaan Negeri Waingapu tentang kerjasama Pemerintah Kabupaten Sumba Timur dan Kejaksaan Negeri Waingapu dalam Bidang Hukum Perdata dan Usaha negara dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam bidang pengawasan akuntabilitas penaggulangan dan pencegahan Corona Virus Disease (COVID-19).Penandatanganan kesepahaman bersama ini disaksikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aisiten I) Kabupaten Sumba Timur, Yacobus Yiwa, SH, Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Timur dan beberapa Pimpinan perangkat daerah lain.

Nota Kesepahaman tersebut dimaksudkan sebagai pedoman untuk melakukan kerja sama yang saling mendukung sesuai dengan ruang lingkup dalam kesepahaman bersama dalam rangka mengoptimalkan pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing pihak dan bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan akuntabilitas Penanggulangan Dan Pencegahan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Provinsi Nusa Tenggara Timur termasuk pengadaan barang dan jasa sehingga diperoleh hasil yang optimal, tepat guna, dan berdaya guna bagi masyarakat sesuai ketentuan perundang-undangan.(11/05/2020)

 

Rapat Koordinasi Pendampingan Penanganan COVID-19

Waingapu - Rapat Koordinasi Pendampingan dan Pembahasan Penanganan COVID-19 bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai Moderator, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Propinsi Nusa Tenggara Timur bersama Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ir. Benediktus Polo Maing serta para Sekretaris Daerah Kabupaten / Kota se - Nusa Tenggara Timur, Terkait "Update Refocusing anggaran dan Progres Penyaluran Dana Bantuan Sosial (Bansos) dan mekanisme Koordinasi Pusat / Pemerintah Provinsi / Pemerintah Kabupaten / Kota ".

Hadir dalam rapat ini Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Timur, Domu Warandoy, SH, M.Si bersama Perangkat Daerah terkait diantaranya Inpektur Inspektorat Kabupaten Sumba Timur, Kepala Dinas PPKAD Kabupaten Sumba Timur dan Plt. Kepala Dinas Sosial turut hadir dalam kegiatan dimaksud (08/05/2020).