Perekonomian

Arah Kebijakan Ekonomi Daerah

Sejalan dengan kebijakan nasional dan provinsi, maka kebijakan ekonomi Kabupaten Sumba Timur tahun 2015 diarahkan untuk meningkatkan pendapatan perkapita melalui peningkatan laju pertumbuhan ekonomi, mengurangi dan mengatasi kemiskinan, mengurangi pengangguran serta pemerataan distribusi pendapatan. Dalam rangka pencapaian kerangka ekonomi makro yang diinginkan tersebut pemerintah daerah akan selalu meningkatkan peranan dan partisipasi aktif masyarakat dan swasta dalam kegiatan pembangunan.
Untuk melaksanakan strategi pembangunan melalui langkah-langkah strategis di atas tentunya perlu didasari oleh pemahaman yang komprehensif berkenaan dengan kondisi ekonomi makro daerah dan trend perkembangannya yang tentunya menjadi dasar untuk dilakukan perkiraan/proyeksi perkembangan ekonomi di tahun 2015.

Berbagai tantangan yang dikemukakan di atas tentunya memerlukan kebijakan yang handal dengan menggunakan berbagai potensi yang ada serta berbagai prospek yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat perekonoimian daerah. Berbagai prospek yang dapat dimanfatkan dalam perkuatan perekonomian daerah adalah  :

  1. Potensi jumlah penduduk Sumba Timur yang cukup besar akan menjadi potensi kuat bagi pemanfaatan prospek tenaga kerja dalam peningkatan investasi di Kabupaten Sumba Timur.
  2. Potensi alam dan luas wilayah dapat dimanfaatkan untuk peningkatan produksi pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kelautan dalam memperkuat struktur ekonomi daerah.
  3. Menguatnya potensi perdagangan untuk memanfaatkan prospek pemasaran produksi pertanian, perkebunan, peternakan, kelautan dan perikanan yang secara langsung memberikan dampak bagi peningkatan laju pertumbuhan ekonomi Sumba Timur.
  4. Adanya kebijakan nasional untuk memperkuat kelembagaan ekonomi kerakyatan seperti Koperasi Usaha Kecil Menengah (KUKM) dan Wira Usaha baru serta kelembagaan ekonomi pedesaan dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkan kemampuan entrepreneurship dikalangan masyarakat dalam berusaha bagi peningkatan pendapatan dan pengentasan kemiskinan di Sumba Timur.
  5. Berkaitan berbagai tantangan dan prospek yang dihadapi ditahun 2014, maka berdasarkan strategi pembangunan daerah yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2011-2015, Pemerintah Daerah menetapkan beberapa strategi sebagai acuan dalam melaksanakan program dan kegiatan pembangunan tahun 2015, yaitu melalui langkah-langkah sebagai berikut :
  6. Peningkatan kapasitas sektor pertanian sebagai sektor unggulan dalam meningkatkan produksi dan pendapatan petani dengan mengandalkan kapasitas sub sektor yang memberikan kontribusi besar terhadap PDRB Kabupaten Sumba Timur.
  7. Percepatan pembangunan sarana dan prasarana untuk mendukung percepatan pembangunan ekonomi maupun peningkatan kualitas kehidupan masyarakat. Cakupan sarana dan prasarana dasar tersebut diarahkan untuk menyediakan sarana dan prasarana dasar di bidang kesehatan, pendidikan, sosial ekonomi masyarakat, pekerjaan umum, perhubungan dan irigasi.
  8. Dalam upaya mengurangi kemiskinan dan pengangguran, pemerintah daerah berupa mendorong peningkatan kemampuan perekonomian daerah untuk penciptaan lapangan kerja melalui peningkatan keterampilan tenaga kerja, peningkatan askes masyarakat miskin terhadap pelayanan pendidikan dan kesehatan masyarakat.
  9. Dalam upaya memperkuat perekonomian masyarakat, pemerintah daerah melakukan upaya pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) melalui penyediaan bantuan untuk permodalan bergulir, fasilitas dan pembinaan manajemen usaha-usaha UMKM dan mendorong perkembangan sektor-sektor ekonomi yang memberikan dampak multiplier yang tinggi terhadap pendapatan masyarakat.
  10. Peningkatan investasi daerah yang mampu memperluas kesempatan kerja dan berusaha yang pada gilirannya mampu meningkatkan pendapatan perkapita. Kebijakan yang ditempuh antara lain melalui perbaikan iklim investasi yang kondusif bagi dunia usaha baik skala kecil, menengah maupun besar.
  11. Untuk menjamin keberlanjutan pertumbuhan ekonomi sebagaimana yang diharapkan maka perlu dilakukan perbaikan kualitas lingkungan melalui upaya pemantauan kualitas lingkungan dan rehabilitasi lahan.
 

Pertanian

PERTANIAN

Pembangunan sektor pertanian, kehutanan, kelautan dan perikanan, peternakan, perkebunan, serta pertambangan dan energi  di Kabupaten Sumba Timur merupakan sector yang memegang peranan penting dalam struktur perekonomian di Kabupaten Sumba Timur.
Pangan merupakan kebutuhan manusia yang paling vital, oleh karena itu kecukupan pangan bagi kebutuhan penduduk harus senantiasa tersedia terkait dengan jumlah penduduk yang terus meningkat dari tahun ke tahun, sehingga mengakibatkan semakin tingginya permintaan akan bahan makanan. Jenis tanaman pangan yang di usahakan di Sumba Timur adalah padi, jagung, kedelai, singkong dan hasil umbi-umbian.

Selengkapnya...

 

Pendidikan

Ketersediaan Sarana Pendidikan


Jenis fasilitas pendidikan yang terdapat di Kabupaten Sumba Timur terdiri atas TK, SD, SLTP, SLTA dan Perguruan Tinggi.Untuk fasilitas pendidikan TK, SLTA dan Perguruan Tinggi belum tersebar di seluruh kecamatan yang ada.Sedangkan untuk fasilitas pendidikan tingkat SD dan SLTP sudah tersebar secara merata di masing-masing kecamatan yang terdapat di Kabupaten Sumba Timur. Fasilitas pendidikan skala Perguruan Tinggi (PT) ada 4 (empat) unit yaitu STIE Kriswina Sumba, Akademi Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Theologi Terpadu dan Universitas Kristen di Kabupaten Sumba Timur. Sebagian besar lulusan SMA atau Sederajat berorientasi ke Kota Kupang dan ke luar Propinsi Nusa Tenggara Timur (Pulau Jawa dan Bali) untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Pada tahun 2013, jumlah fasilitas pendidikan yang ada di kabupaten Sumba Timur yaitu: Tk berjumlah 46 Unit, SLB dengan jumlah 1 unit, SD dengan jumlah 255 unit, SLTP 70 unit dan SLTA 17 unit.

Tingkat Pendidikan yang di Tamatkan

Pendidikan yang di tamatkan merupakan indikator pokok kualitas penduduk karena kualitas sumber daya manusia secara spesifik dapat di lihat dari tingkat pendidikan penduduk.Komposisi pendidikan menurut tingkat pendidikan yang ditamatkan dapat di lihat dari ijazah tertinggi yang di miliki penduduk memberikan gambaran tentang kualitas sumber daya manusia yang ada di Kabupaten Sumba Timur.Berdasarkan hasil Susenas 2013 menunjukan bahwa sebagian besar penduduk 10 Tahun ke atas tidak memiliki ijasah sebesar 47,41% dan yang memiliki ijasah SD sebesar 25,03%,memiliki Ijasah SLTP 10,76 %,Ijasah SLTA 9,94%,  Diploma I/II 0,83 %,Diploma III0,43%,dan Diploma IV,SI/S2/S3 sebesar 2,48 %.


Bila dilihat dari jenis kelamin,maka nampak bahwa persentase penduduk perempuan lebih besar yaitu sebesar 55,08% sedangkan persentase penduduk laki-laki sebesar 50,28 %.

Angka Rata-Rata Lama Sekolah

Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM) merupakan indikator untuk melihat rerata lama sekolah. Tahun 2013 menunjukan angka rerata lama sekolah adalah 6,49 tahun artinya bahwa rerata penduduk Kabupaten Sumba Timur dikategorikan telah tamat Sekolah Dasar. Gambaran mengenai tingkat partisipasi dari jenjang Sekolah dasar sampai dengan Perguruan Tinggi dari tahun 2006-2013 dapat dilihat dari tabel dibawah ini.

Dari tabel di atas menunjukan bahwa angka partisipasi kasar untuk semua jenjang pendidikan berfluktuatif, namun disatu sisi APK juga menggambarkan angka melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi terutama pada jenjang pendidikan SMP dan SMA/sederajat cenderung meningkat.


Untuk jumlah guru dan murid menurut tingkat pendidikan pada Tahun 2013 yaitu : untuk TK, jumlah guru negeri sebanyak 22 dan guru swasta sebanyak 29, murid negeri sebanyak 681 dan murid swasta sebanyak 1.642. Guru SD Negeri sebanyak 926 dan guru swasta sebanyak 405. Murid SD negeri sebanyak 27.545 dan murid SD swasta sebanyak 13.131. Guru SMP negeri sebanyak 416 dan guru SMP swasta sebanyak 50. Murid SMP negeri sebanyak 12.982 dan murid SMP swasta sebanyak 1.468. Guru SMA negeri sebanyak 212 dan guru SMA swasta sebanyak 59. Murid SMA negeri sebanyak 6.961 dan murid SMA swasta sebanyak 2.795.Guru SMK Negeri sebanyak 134 dan murid SMK negeri sebanyak 2.787.

 





 

Penduduk

Kependudukan

 

Pembahasan kondisi kependudukan akan berhubungan langsung dengan masyarakat/penduduk. Peran serta penduduk dalam pembangunan wilayah mempunyai ikatan yang cukup kuat sesuai dengan tempat tinggalnya. Karakteristik sosial yang dimaksud disini adalah karakter dari masing-masing penduduk. Karakteristik sosial di Kabupaten Sumba Timur dapat dikaji sebagai berikut :

Selengkapnya...

 
Artikel yang lain...
Gallery Foto
  • Hut RI ke 70 Sumba Timur_7
  • Hut RI ke 70 Sumba Timur_8
  • Hut RI ke 70 Sumba Timur_9
  • Hut RI ke 70 Sumba Timur_5
  • Hut RI ke 70 Sumba Timur_6
  • Hut RI ke 70 Sumba Timur_2
  • Hut RI ke 70 Sumba Timur_3
  • Hut RI ke 70 Sumba Timur_4
  • Hut RI ke 70 Sumba Timur_1
1 2 3 4