Strategi dan Kebijakan
Strategi Pembangunan Daerah
Banyak hal yang telah dicapai dalam pelaksanaan kegiatan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan selama lima tahun terakhir, namun dilain pihak masih terdapat sejumlah permasalahan-permasalahan yang belum sempat dilaksanakan terutama permasalahan sosial dan ekonomi masyarakat. Secara umum permasalahan-permasalahan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Rendahnya laju pertumbuhan ekonomi
2. Masih tingginya angka kemiskinan dan pengangguran
3. Rendahnya kualitas sumberdaya manusia
4. Rendahnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan
5. Rendahnya kemampuan kelembagaan Pemerintah Daerah
Untuk menjawab permasalahan-permasalahan pembangunan di Kabupaten Sumba Timur, baik yang sedang dan akan dihadapi, maka dalam pembanguan daerah lima tahun kedepan dicanangkan program pembangunan daerah Kabupaten Sumba Timur yang diberi nama Catur Program Pembangunan Daerah Generasi II yaitu :
1. Peningkatan Pendapatan Masyarakat
2. Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia
3. Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan
4. Peningkatan Kemampuan Kelembagaan Pemerintah Daerah
Arah dan Kebijakan Umum Pembangunan Daerah
Arah dan kebijakan umum pembangunan daerah untuk lima tahun ke depan (periode 2005-2010) akan diarahkan pada sektor-sektor kunci yang memiliki multiplier effect, yakni :
- Pembangunan sektor pertanian dan pedesaan
- Pembangunan sektor pendidikan dan kesehatan
- Pengembangan sektor usaha mikro, kecil dan menengah
- Revitalisasi kelembagaan pemerintah daerah
Target yang ingin dicapai dari pembangunan jangka menengah adalah sebagai berikut :
- Meningkatnya pendapatan perkapita tahun 2010 ; Rp.3.850.000,-
- Menurunnya angka kemisikinan menjadi ; 38 %
- Menurunnya angka pengangguran menjadi ; 50 %
- Meningkatnya usia harapan hidup ; 62 tahun
- Meningkatnya rata-rata lama bersekolah menjadi ; 6,5 tahun
- Menurunnya angka kematian bayi menjadi ; 60/1000 kelahiran hidup
- Menurunnya persentase balita kurang gizi menjadi ; 25 %
- Persentase buta huruf orang dewasa menjadi ; 15 %
- Menurunnya penduduk tanpa akses terhadap air bersih dari 23,6 % (2003) menjadi 20 % (2010)
- Menurunnya persentase penduduk tanpa akses terhadap fasilitas kesehatan dari 33,6 % (2003) menjadi 20 % (2010)
- Meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi dari 5,06 % (2004) menjadi 6,68 % (2010)
- Meningkatnya peran masyarakat, LSM, swasta dan dunia usaha
- Meningkat dan berfungsinya sarana dan prasarana irigasi
- Meningkatnya aksesibilitas penduduk
- Meningkatnya pemeliharaan dan pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup
- Meningkatnya peran koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah
- Meningkatnya kualitas proses perencanaan pembangunan daerah
- Meningkatnya tata pemerintahan yang baik
- Meningkatnya pemberdayaan masyarakat
- Berkembangnya kelembagaan lokal pedesaan
- Meningkatnya pertanggungjawaban pemerintah
- Meningkatnya kualitas SDM
- Meningkatnya sarana dan prasarana publik dan pemerintah
- Meningkatnya peran PAD dalam APBD
- Meningkatnya pengawasan PERDA dan peraturan lainnya
Arah Kebijakan Keuangan Daerah
- Intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber penerimaan daerah
- Pengolahan administrasi keuangan secara profesional dan peningkatan kualitas pelayanan
- Penyusunan rencana penerimaan keuangan daerah secara tepat, sesuai fiskal daerah
- Peningkatan koordinasi antar unit pengelola PAD
- Penataan produk hukum daerah sesuai perkembangan ekonomi daerah
- Pembangunan prasarana perekonomian pedesaan
- Peningkatan dan validasi data obyek dan subyek pajak
- Peningkatan kualitas sumberdaya aparatur pengelola
- Efisiensi pengelolaan keuangan daerah
Struktur Organisasi Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Timur sampai dengan tahun 2007 terdiri atas 4 Sekretariat (Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, Sekretariat KPUD, Sekretariat KORPRI), 18 Dinas Daerah, 11 Lembaga Teknis berbentuk Badan, 4 Lembaga Teknis berbentuk Kantor, 22 Kecamatan, 16 Kelurahan dan 140 Desa.
Jl. Jend. Soeharto No.42
Waingapu, Sumba Timur
NTT 87112
Telp. 0387-62785


