Staf Khusus Presiden Bidang Otonomi Daerah, Bapak Felix Wanggai melakukan kunjungan kerja selama tiga hari (7 s/d 9 Juni 2013) ke Kab. Sumba Timur dalam rangka menghadiri kegiatan Safari Bhakti Kesetiakawanan Sosial (SBKS) 2013  yang diselengggarakan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia. Dalam kegiatan SBKS 2013 tersebut diadakan berbagai kegiatan antara lain simulasi Kampung Siaga Bencana (KBS) di Kel. Temu, bedah kampung dan berbagai kegiatan sosial lainnya serta pada puncak acara diadakan Apel Safari Bhakti Kesetiakawanan Sosial pada tanggal 8 Juni 2013 yang diselenggarakan di Kel. Kawangu. Pada apel tersebut hadir selain Bapak Felix Wanggai dan Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora, M.Si, juga hadir Gubernur Nusa Tenggara Timur yang diwakili oleh Kepala Dinas Sosial  Provinsi NTT, Wakil Bupati Flores Timur, Ketua DPRD Kab. Sumba Timur dan tamu undangan lainnya serta masyarakat Kel. Kawangu.

Dalam sapaannya, Bupati Sumba Timur mengucapkan  selamat datang dan terima kasih kepada Bpk. Felix Wanggai yang telah berkenan mengunjungi Sumba Timur dalam rangka kegiatan SBKS 2013 yang diharapkan dapat memberikan makna yang luas bagi kehidupan seluruh komponen masyarakat Sumba Timur terutama semangat kesetiakawanan sosial. Selain itu diucapkan pula terima kasih kepada pemerintah pusat yang melalui Kementerian Sosial RI telah meluncurkan dana dalam berbagai bidang dalam hal penanggulangan kemiskinan, namun demikian bantuan pemerintah pusat masih terus diharapkan karena terbatasnya dana yang dimiliki pemerintah daerah dan masih banyak Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial yang belum mendapatkan pelayanan sosial.


Senada dengan apa yang disampaikan Bupati Sumba Timur, Gubernur NTT yang diwakili oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT Drs. S. Petrus Manuk, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial RI yang dalam kegiatan ini dihadiri oleh Bpk. Felix Wanggai dan rombongan SBKS atas perhatian dan kepeduliannya membangun kesejahteraan rakyat NTT khususnya di Sumba Timur. Lebih lanjut dikatakan bahwa melalui anggaran yang dialokasikan di Prov. NTT yaitu dekonsentrasi dan tugas pembantuan untuk pemberdayaan sosial, rehabilitasi sosial, perlindungan dan jaminan sosial dan program-program luncuran pemerintah pusat lainnya, serta pada tahun 2013 ini semua kabupaten di NTT sudah mendapat alokasi anggaran Program Keluarga Harapan. Dengan bantuan-bantuan tersebut diharapkan akan membangkitkan daya tahan sosial dan menurunkan angka kemiskinan di NTT.

Bapak Felix Wanggai dalam sambutannya mengatakan bahwa rombongan SBKS merupakan sapaan dari Pemerintah Pusat kepada masyarakat dipelosok-pelosok untuk membangun solidaritas dan
kesetiakawanan sosial. Diingatkan pula bahwa solidaritas dan kesetiakawanan sosial bukanlah seremoni dan upacara-upacara semata namun harus menjadi gerakan bersama antara pemerintah dan masyarakat serta lembaga-lembaga swadaya masyarakat. SBKS 2013 merupakan rangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial yang diperingati setiap tanggal 20 Desember dimaksudkan sebagai gerakan besar untuk selalu mengobarkan rasa solidaritas kepada seluruh masyarakat di tanah air, dimana rasa solidaritas tersebut tumbuh bukan dari negara tapi telah tumbuh ratusan dikeluarga-keluarga masyarakat adat dan hal ini harus terus dipupuk dan dilembagakan.

Dalam acara tersebut ditampilkan pula tarian adat menyambut tamu yang dibawakan oleh sanggar tari Waimirippu pimpinan bapak Titus Wanda dan penyerahan sejumlah bantuan dari Kementerian Sosial dan donatur lainnya, antara lain berupa; pembangunan rumah layak huni, mobil penanggulangan bencana, tangki air, kitab suci, paket sembako dan seragam sekolah serta sejumlah bantuan lainnya.

Ketua Satgas SBKS 2013, Andi Anindito menjelaskan bahwa, rombongan SBKS 2013 sebanyak 209 orang terdiri dari berbagai unsur antara lain, dokter, seniman dan pekerja sosial yang akan
menempuh perjalanan selama 24 hari menggunakan kapal KRI Banjarmasin dengan rute; Jakarta, Waingapu, Solor, Wetar, Ambon, Fak-Fak, Pangkep dan kembali ke Jakarta.(djo)