“Utsawa Dharma Gita Bagi umat Hindu selain sebagai sebuah ajang meraih prestasi dibidang membaca kitab suci Weda, tetapi juga sebagai ibadah yang mengekspresikan penghayatan yang mendalam akan nilai-nilai ajaran agamanya yang terkandung dalam kitab suci Weda”, demikian  dikatakan oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur yang diwakili oleh Bupati Sumba Timur, Drs. Gidon Mbilijora, M.Si.

 

Ketika memberikan sambutan pada acara pembukaan Utsawa Dharma Gita (UDG) V tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur yang diselenggarakan di Gedung Nasional U. Tipuk Marisi Waingapu. Acara tersebut dihadiri oleh Dirjen Bimas Hindu yang diwakili oleh Direktur Urusan Agama Hindu Kementerian Agama RI, Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ketua DPRD Sumba Timur; drh. Palulu P. Ndima, M.Si., Wakil Bupati Sumba Timur, dr. Matius Kitu, Sp.B, Bupati dan Wakil Bupati sedaratan Sumba, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia NTT serta undangan lainnya. Selanjutnya dikatakan bahwa, UDG merupakan moment yang tepat untuk merajut persaudaraan dan kekeluargaan terutama sebagai sesama umat Hindu yang datang dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur sekaligus sebagai ajang berkompetisi menunjukkan bakat dan kemampuan meraih prestasi dan prestise.  Dikatakan pula oleh Gubernur bahwa “diatas semua itu moment ini dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan pendalaman kitab suci Weda untuk dihayati dan kemudian diamalkan dalam kehidupan sehari-hari”.

Sebelumnya berkesempatan pula memberikan sambutan Dirjen Bimas Hindu yang diwakili oleh Direktur Urusan Agama Hindu yang menyatakan terima kasih untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Kabupaten Sumba Timur yang telah mempersiapkan dan menyambut penyelenggaraan Utsawa Darma Gita dengan antusias dan semangat kebersamaan. Dikatakan pula bahwa penyelenggaraan UDG tingkat Provinsi NTT ini merupakan moment penting dalam mencintai pusaka suci Weda sekaligus pembelajaran bagi umat Hindu agar menjadikan kitab suci Weda sebagai sumber nilai dan kearifan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Diakhir sambutannya Dirjen Bimas Hindu berharap semangat dan animo masyarakat dalam mendukung dan mensukseskan UDG, membawa dampak positif terhadap dinamika pembangunan keagamaan di daerah lain, oleh karena pembangunan dibidang agama dan penanganan isu-isu keagamaa memerlukan kerjasama dan sinergi antara pemerintah dan seluruh komponen masyarakat.

Dr. I Ketut Ananda Wiratama, Sp.OG selaku ketua 1 Panitia Utsawa Dharma Gita menyampaikan bahwa Dharma Gita sebagai nyanyian agama Hindu mempunyai peranan penting dalam pembinaan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan agama Hindu, teksnya dari ajaran suci Weda yang mengandung nilai-nilai spiritual, etika, estetika yang sangat tinggi sehingga memberi pemahaman agama Hindu mulai dari aspek faktual, susila maupun upacara. UDG akan diikuti oleh 158 peserta dari kabupaten/kota se NTT kecuali, Manggarai, Lembata, Flores Timur, TTU, Rote Ndao dan Sabu Raijua dan berlangsung dari tanggal 27 sampai dengan 29 Juni 2013. Acara pembukaan dimeriahkan dengan sejumlah tarian daerah baik Bali maupun Suimba Timur dan sebagai tanda dimulainya Utsawa Dharma Gita dilakukan pemukulan gong oleh Bupati Sumba Timur.(djo)