Presiden SBY (foto: dok okezone)WAINGAPU – Sepulang dari lawatannya ke Darwin, Australia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyempatkan waktu untuk mampir di Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).Kunjungan SBY kali ini sebagai bentuk tindak lanjut kerjasama antara RI dengan Australia dalam bidang peternakan. Sentra pengembangan sektor ini adalah di Provinsi NTT khususnya di Pulau Sumba. Presiden SBY mengatakan, tingginya nilai impor sapi dari negara Australia perlu disikapi dengan bijaksana dengan cara meningkatkan produksi ternak dalam negeri.

Dalam kunjungan kerja ini Presiden SBY sempat berdialog dengan peternak lokal di Desa Maubokul, Kecamatan Pandawai. Selain itu, presiden juga berkesempatan melihat dari dekat padang sabana yang luas membentang dengan sapi dan kuda sebanyak hampir tiga ribu ekor.

Budidaya ternak di Pulau Sumba ini memang sangat potensial. Namun, hingga kini peternak masih harus menghadapi persoalan wabah surra. Bahkan wabah tersebut telah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh bupati setempat.

Sedikitnya delapan kecamatan terjangkit wabah ini dengan jumlah ternak kuda yang mati mencapai 368 ekor dan kerbau sebanyak 46 ekor. Disamping itu, sebanyak tujuh ribu hewan ternak juga berpotensi terjangkit wabah surra.

(Dion Umbu Ana Lodu/Sindo TV/put)