PERKEBUNAN

Sub sektor perkebunan merupakan salah satu sub sektor pertanian yang banyak menyerap tenaga kerja, karena hasil sub sector ini merupakan salah satu sumbangan kekayaan alami yang dapat di perbaharui. Hasil sub sector ini juga sebagai bahan baku untuk bahan industri pengolahan dan dapat berperan sebagai pelestarian lingkungan hidup. Di Sumba Timur kegiatan sub sector perkebunan yang meliputi perkebunan besar dan perkebunan rakyat, terhitung sampai akhir 2012 masih kecil kontribusinya terhadap sector pertanian. Walaupun demikian hasil dari sub sector ini di harapkan dapat menunjang pendapatan asli daerah Kabupaten Sumba Timur.


Perkembangan produksi komoditi- komoditi perkebunan di Kabupaten Sumba timur yaitu Kopi dengan Luas areal pada tahun 2013 meningkat menjadi 1.201 Ha dari tahun 2012 yang hanya seluas 960 Ha, dengan jumlah produksi yang ikut meningkat sebesar 147 Ton dari tahun sebelumnya. Luas areal kakao juga mengalami peningkatan dari 344 Ha ditahun 2012 meningkat menjadi 671 Ha ditahun 2013 dengan peningkatan jumlah produksi sebesar 11 Ton dari 2,36 Ton di tahun 2012. Luas areal tembakau dari 66,50 Ha ditahun 2012 meningkat menjadi 70 Ha ditahun 2013, akan tetapi jumlah produksinya mengalami penurunan dari 14,35 Ton ditahun 2012 menurun menjadi 5 Ton ditahun 2013. Demikianpun halnya dengan kelapa dalam yang mengalami peningkatan luas areal tetapi menurun jumlah produksinya yaitu luas areal sebesar 5.590 ha ditahun 2012 meningkat menjadi 6.634 ha ditahun 2013, dan mengalami penurunan produksi dari 2.184,58 Ton ditahun 2012 menurun menjadi 2.075 Ton ditahun 2013. Luas areal cengkeh tidak mengalami perubahan dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 138 Ha tetapi mengalami penurunan jumlah produksi dari 7,28 Ton ditahun 2012 menurun menjadi 3 Ton ditahun 2013. Untuk jambu mete, luas arealnya juga mengalami peningkatan dari 8.738,29 Ha ditahun 2012 meningkat menjadi 10.535 ha ditahun 2013 dengan peningkatan jumlah produksi sebesar 2.369 ton.