“Peringatan Hari Pahlawan dapat dijadikan sebagai cermin atau refleksi tentang pengorbanan, keteladanan, dan keteguhan untuk menggapai harapan masa depan dengan terus bekerja dan bekerja dalam rangka mewujudkan masyarakat adil dan sejahtera sebagai cita-cita perjuangan bangsa yang termuat dalam sila kelima Pancasila yang berbunyi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, juga sebagai momentum dalam rangka menumbuh-kembangkan nilai-nilai persatuan, kepahlawanan, keperintisan, dan kesetiakawanan sosial.

 

”Demikian yang disampaikan oleh Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Penjabat Bupati Sumba Timur, Yohanes L. Hawula, SH., MSi saat memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan 10 November 2015 di halaman Kantor Bupati Sumba Timur. Hadir dalam upacara tersebut pimpinan DPRD Kabupaten Sumba Timur, Sekretaris Daerah, Forkopimda, SKPD, pimpinan organisasi wanita, peserta upacara yang terdiri dari  barisan TNI, POLRES, Brimob, SKPD, mahasiswa, pelajar SD-SLTA.


Menteri Sosial juga mengatakan bahwa peringatan Hari Pahlawan tahun 2015 difokuskan untuk membangun kesadaran dan ingatan kolektif seluruh bangsa Indonesia sebagai representasi pengakuan, penghormatan, dan penghargaan dari nilai-nilai kejuangan untuk diimplementasikan dalam kehidupan bernegara pada waktu kini dan akan datang. Hari  Pahlawan tahun 2015 ini mengambil    tema “Semangat Kepahlawanan Adalah Jiwa Ragaku". Yang bermakna untuk menginternalisasi jiwa semua anak bangsa agar nilai kepahlawanan terpatri dan merasuk ke dalam sanubari yang paling dalam untuk meneladani sifat-sifat kepahlawanan yaitu rela berkorban, tanpa pamrih, bekerja keras, jujur, berani demi kebenaran serta patriotik. Apalagi saat ini bangsa Indonesia masih menghadapi tantangan persatuan, keutuhan dan, produktifitas bangsa. Mulai dari terjadinya konflik intoleransi antar umat beragama, berkembangnya faham radikalisme, tawuran antar kampung maupun antar pelajar, maraknya penyalahgunaan narkoba, kekerasan terhadap anak dan perempuan dan sebagainya. Keadaan ini jauh dari apa yang dicita-citakan dan diperjuangkan oleh para pendiri bangsa yang telah mewariskan Negara Kesatuan Republik Indonesia kepada kita semua. Untuk itu marilah momentum ini dijadikan satu langkah baru untuk membangun keyakinan dan optimisme sebagai warga bangsa untuk dijadikan landasan revolusi karakter bagi bangsa Indonesia menjadi negara maju dan bermartabat.