Kependudukan

 

Pembahasan kondisi kependudukan akan berhubungan langsung dengan masyarakat/penduduk. Peran serta penduduk dalam pembangunan wilayah mempunyai ikatan yang cukup kuat sesuai dengan tempat tinggalnya. Karakteristik sosial yang dimaksud disini adalah karakter dari masing-masing penduduk. Karakteristik sosial di Kabupaten Sumba Timur dapat dikaji sebagai berikut :

Jumlah dan Perkembangan Penduduk.

Secara keseluruhan dari tahun ke tahun penduduk Kabupaten Sumba Timur terus mengalami pertambahan. Sesuai hasil registrasi penduduk tahun 2011, Jumlah  penduduk adalah sebanyak 234.642 jiwa, dimana jumlah penduduk laki-laki sebanyak 120.779 jiwa dan perempuan sebanyak 113.863  jiwa dengan tingkat kepadatan rata-rata 33 jiwa per Km². Sementara itu jumlan penduduk tahun 2010 sebanyak 231.393 Jiwa. Ini menunjukan dalam kurun waktu 2010-2011 penduduk kabupaten Sumba timur bertambah sebanyak 3.249 Jiwa atau mengalami laju pertumbuhan sebesar 1,40 persen. Untuk lebih jelas lihat tabel dan Grafik.

Tabel.
Jumlah Penduduk di Kabupaten Sumba Timur
Tahun 2008-2011

Jumlah Penduduk berdasarkan Agama

Pada tahun 2011, jumlah penduduk menurut agama di Kabupaten Sumba Timur  tertinggi yaitu penduduk yang memeluk agama Protestan sejumlah 165.343jiwa sedangkan penduduk yang terendah yaitu 434  jiwa yaitu penduduk yang menganut agama Hindu.  Untuk lebih jelasnya lihat tabel 3.27 dan diagram 4.2berikut ini:


Tabel Jumlah Penduduk berdasarkan Agama Tahun 2008-2011

Jumlah Penduduk berdasarkan Umur

Jumlah penduduk menurut kelompok umur terbagi atas kelompok pendidikan/ muda  (0 - 14 tahun) dan kelompok tenaga kerja (15- 64 tahun), dan kelompok usia tua ( >65 Tahun ). Jumlah penduduk berdasarkan umur di Kabupaten Sumba Timur pada tahun  2011 jumlah tertinggi ada pada jumlah penduduk yang termasuk dalam kelompok pekerja  terdapat pada usia 15 - 64 tahun sejumlah 134.773jiwa sedangkan untuk kelompok usia muda ( 0-14 Tahun ) sejumlah 86.450jiwa dan penduduk usia > 65 tahun sejumlah 10.542jiwa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat tabel 4.3 berikut ini :

Tabel Jumlah penduduk berdasarkan Umur Tahun 2008-2011

Angka Harapan Hidup

Angka Harapan Hidup merupakan indicator untuk mengukur tingkat kualitas hidup. Semakin tinggi angka harapan hidup penduduk suatu wilayah menunjukan semakin baik tingkat/derajat kesehatan penduduk di wilayah tersebut.sepanjang tahun 2006 – 2011 angka harapan hidup Sumba Timur mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada Tahun 2006,Angka Harapan Hidup Sumba Timur sebesar 61,3 tahun naik menjadi 61,4 pada tahun 2007 dan seterusnya untuk tahun 2008 – 2011 masing-masing sebsar 61,62 tahun,61,8 tahun dan 61,94 tahun dan 62,13 tahun.Untuk lebih jelas dapat di lihat pada Grafik berikut :

Grafik Angka Harapan Hidup di Kabupaten Sumba Timur Tahun 2006-2011

Jumlah penduduk berdasarkan Lapangan Usaha

Penduduk Kabupaten Sumba Timur memiliki mata pencaharian yang  berbeda-beda, hal ini disebabkan karena potensi wilayah di Kabupaten Sumba Timur   bermacam-macam yang secara geografis merupakan daerah pegunungan, dataran dan pantai. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kegiatan perekonomian utama masyarakat yang disesuaikan dengan kondisi daerah tempat tinggalnya.Untuk lebih jelasnya lihat tabel 4.4 berikut ini:

Tabel Jumlah Penduduk Bekerja Menurut Lapangan Usahadi Kabupaten Sumba Timur Tahun 2008-2012

Sumber :Sumba Timur dalam Angka

Ketenagakerjaan
Salah satu aspek yang mendasar dalam kehidupan manusia adalah masalah ketenagakerjaan karna mencakup dimensi social ekonomi.Menciptakan lapangan kerja baru dalam jumlah dan kualitas yang memadai merupakan salah satu sasaran pembangunan sehingga dapat menyerap tambahan angkatan kerja yang memasuki pasar kerja.Setiap upaya pembangunan selalu di arahkan pada perluasan kesempatan kerja dan berusaha sehingga penduduk dapat memperoleh manfaat langsung dari pembangunan.Namum demikian, masalah ketenagakerjaan sangat di penagruhi oleh tinggi rendahnya pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan penduduk yang tinggi akan berpengaruh juga pada tingginya penawaran/penyediaan lapangan kerja. Pertumbuhan tenaga kerja yang tinggi tanpa di ikuti penyediaan kesempatan/lapangan kerja yang memadai akan menimbulkan pengangguran sehingga masalah-masalah social akan timbul serta memghambat kelancaran pembangunan itu sendiri. Masalah yang cukup mendesak dan memerlukan penanganan yang serius adalah semakin banyaknya penduduk yang memasuki kelompok angkatan kerja yang membutuhkan lapangan pekerjaan sedangkan kesempatan kerja baru bagi mereka sangat terbatas.

Angkatan kerja

Menurut konsep ketenagakerjaan, Penduduk usia kerja adalah penduduk yang berumur 15 tahun ke atas, terdiri dari angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Angkatan kerja terdiri dari ; bekerja dan mencari pekerjaan, dan bukan angkatan kerja terdiri dari sekolah, mengurus rumah tangga dan sebagainya.berdasarkan data yang di peroleh tahun 2012, jumlah penduduk usia kerja (15 tahun keatas), di sumba timur, yang tergolong angkatan kerja ada 123.204 orang, kesempatan kerja ada 112.966 orang, dan jumlah pengangguran ada 411 orang. perbandingan jumlah tenaga kerja wanita lebih besar dari  tenaga kerja pria dimana jumlah TKW pada tahun 2010 ada 328 orang meningkat  tajam bila di bandingkan dengan tahun 2010 sebesar26 orang, sedangkan jumlah tenaga kerja pria pada tahun 2011 ada 35 orang meningkat 100 % pada tahun 2012 sebesar 73 orang. Jumlah pencari tenaga kerja pada tahun 2011 di Kabupaten Sumba Timur sebanyak 1.730 orang. Untuk lebih jelas, dapat di lihat pada table:

Tabel Jumlah tenaga kerja di Kabupaten Sumba Timur Tahun 2008-2012

Sumber : Dinas Nakertrans Kab.Sumba Timur


Pendiddikan

Ketersediaan Sarana Pendidikan

Jenis fasilitas pendidikan yang terdapat di Kabupaten Sumba Timur terdiri atas TK, SD, SLTP, SLTA dan Perguruan Tinggi.Untuk fasilitas pendidikan TK, SLTA dan Perguruan Tinggi belum tersebar di seluruh kecamatan yang ada.Sedangkan untuk fasilitas pendidikan tingkat SD dan SLTP sudah tersebar secara merata di masing-masing kecamatan yang terdapat di Kabupaten Sumba Timur. Fasilitas pendidikan skala Perguruan Tinggi (PT) ada 4 (empat) unit yaitu STIE Kriswina Sumba, Akademi Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Theologi Terpadu dan Universitas Kristen di Kabupaten Sumba Timur. Sebagian besar lulusan SMA atau Sederajat berorientasi ke Kota Kupang dan ke luar Propinsi Nusa Tenggara Timur (Pulau Jawa dan Bali) untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Pada tahun 2011, jumlah fasilitas pendidikan yang paling banyak yaitu: Tk berjumlah 38 Unit, SD dengan jumlah 236 unit, SLTP 59 unit dan SLTA 18 unit. Fasilitas pendidikan skala Perguruan Tinggi (PT) ada 4 (empat) unit yaitu STIE Kriswina Sumba, Akademi Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Theologi Terpadu dan Universitas Kristen di Kabupaten Sumba Timur. Untuk lebih jelas tentang fasilitas pendidikan yang terdapat di Kabupaten Sumba Timur tabel

Tabel Jumlah Fasilitas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur Tahun 2008-2012 :

Sumber: Sumba Timur dalam Angka (di olah)

Tingkat Pendidikan yang di Tamatkan

Pendidikan yang di tamatkan merupakan indicator pokok lualitas penduduk karena kualitas sumber daya manusia secara spesifik dapat di lihat dari tigkat pendidikan penduduk.Komopsisi pendidikan menurut tingkat pendidikan yang di tamatkan dapat di lihat dari Ijazah tetinggi yang di miliki penduduk memberikan gambaran tentang kuaitas sumber daya manusia yang ada di Kabupaten Sumba Timur .Berdasarkan hasil Susenas 2011 menunjukan bahwa sebagian besar penduduk 10 Tahun ke atas tidak memiliki ijasah sebesar 42,41% dan yang memiliki ijasah SD sebesar 28,03%,memiliki Ijasah SLTP 12,44 %,Ijasah SLTA 12,91%,  Diploma I/II 0,61 %,Diploma III0,75%,dan Diploma IV,SI/S2 sebesar 2,85 %.
Bila dilihat dari jenis kelamin,maka nampak bahwa persentase penduduk perempuan lebih besar yaitu sebesar 60,14 % sedangkan persentase penduduk laki-laki sebsar 55,27%.Lebih jelas lihat table :

Tabel Persentase Penduduk yang Berumur 10 Tahun Keatas Menurut Jenis Kelamin Menurut Ijasah Tertinggi di Kabupaten Sumba Timur Tahun 2011

Angka Rata-Rata Lama Sekolah

Tahun 2008 menunjukan angka rerata sekolah adalah 5,85 tahun artinya bahwa rerata penduduk usia sekolah (6 – 15 tahun) dikategorikan belum tamat Sekolah Dasar atau tidak mencapai kelas enam.Gambaran mengenai tingkat partisipasi pendidikan dari jenjang  Sekolah Dasar sampai dengan Perguruan Tinggi dari tahun 2005 – 2008 dapat di lihat pada tabel di bawah ini

Sumber :   Dinas PPO  Kabupaten Sumba Timur thn 2011

Dari tabel tersebut menunjukan bahwa angka partisipasi kasar untuk semua jenjang pendidikan menunjukan peningkatan namun disatu sisi juga menggambarkan angka melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi terutama pada jenjang pendidikan SMU sederajad.
Sedangkan jumlah Guru,Murid dan Rasio Murid terhadap Guru menurut tingkat pendidikan pada Tahun 2011 untuk TK, jumlah guru sebanyak 235 Guru, Murid sebanyak 2.329 dan Rasionya sebanyak 10, Jumlah guru SD sebanyak 2902 orang, murid SD sebanyak 40.033 orang, Rasio guru SD dan Murid SD sebanyak 14,sedangkan Jumlah Guru SLTP sebanyak 910 orang, Murid SLTP sebanyak 13.046 dan Rasionya sebanyak 14. Jumlah Guru SLTA sebanyak 608, Murid SLTA sebanyak 9.608 dan rasio sebesar 16, Untuk lebih jelas tentang Jumlah Guru lihat tabel di bawah :

Tabel Jumlah Guru, Murid dan Rasio Murid Terhadap Guru
Menurut Tingkat Pendidikan Dirinci Tiap kecamatan Tahun 2011


Sumber : Sumba Timur dalam Angka 2012

Kesejahteraan Sosial

Kemiskinan telah menjadi fenomena sosial yang menuntut perhatian serius dari semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.Kemiskinan adalah tidak terpenuhinya kebutuhan dasar manusia seperti pangan, sandang, perumahan, pendidikan, kesehatan dan interaksi sosial.Itulah sebabnya kemiskinan dapat muncul berbagai jenis permasalahan kesejahteraan sosial lainnya seperti ketunaan sosial, kecatatan, keterlantaran, ketertinggalan dan keresahan sosial yang pada umumnya berkenaan dengan keterbatasan kemampuan/pengetahuan untuk mengaksesberbagai sumber pelayanan sosial.Penduduk penyandang masalah social seperti anak jalanan pada tahun 2012 sebesar 512 jiwa, Fakir miskin ada 28.300 jiwa, bayi terlantar 13.120 jiwa, anak terlantar 5.150 jiwa, sedangkan Jumlah penduduk miskin pada tahun 2011 sebesar 74.000 jiwa, menurun di bandingkan pada tahun 2010 sebesar 76.560 jiwa atau sebesar ..... %. Kemiskinan telah ditangani oleh DinasKesejahteraan Sosial dengan berbagai jenis kegiatan antara lain pemberdayaankeluarga miskin dengan cara Bimbingan Wirausaha melalui pelatihan – pelatihan danpemberian bantuan melalui KUBE (Kelompok Usaha Bersama) agar merekamendapatkan keterampilan untuk berusaha mandiri dan hidup layaknya masyarakatdilingkungan sekitarnya. Jumlah beras untuk penduduk miskin yang tersalurkan tahun2011 sebanyak 28.594 kepala keluarga sasaran, menurun menjadi 26.950 Kepala Keluaga. Untuk lebih jelas tentang kesejahteraan social di Kabupaten Sumba Tuimur dapat di lihat pada table :

Tabel Data Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Sumba Timur Tahun 2008-2012


 

Sumber : Dinas Kesos Kab.Sumba Timur dan Bagian Ekonomi Setda Kab.Sumba Timur

Kesehatan.

Pembangunan kesehatan adalah salah satu sector yang harus mendapat perhatian serius dari proses pembangunan nasional maupun regional karena kondisi kesehatan dan gizi merupakan bagian dari kesejahteraan rakyat yang berhubungan satu sama lain. Program Pembangunankesehatan di arahkan untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan usia harapan hidup. Serta mempertinggi kesadaran masyarakat atas pentignya hidup sehat, sehigga status kesehatan penduduk dapat di tingkatkan.

Sarana Kesehatan

Penyediaan sarana kesehatan sebagai pemenuhan kebutuhan pokok dalam upaya meningkatkan taraf kesehatan masyarakat secara umum terus di tingkatkan dari tahun ke tahun. Dalam rangka menjamin ketersediaan  pelayanan dasar kesehatan kepada masyarakat maka sarana minimal pelayanan kesehatan adalah Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Polindes, serta Posyandu. Tabel berikut ini menggambarkan ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan di Kabupaten Sumba Timur .

Tabel Jumlah Sarana Kesehatan di Kabupaten Sumba Timur Tahun 2008-2011

Sumber : Sumba Timur dalam Angka (diolah)

Tenaga Kesehatan

Ketersediaan sarana/fasilitas kesehatan harus di tunjang dengan penyediaan tenaga kesehatan yang memadai,terampil dan siap di tugaskan di wilayah kerja yang di tetapkan.Jumlah tenaga medis pada tahun 2011yaitu : Dokter sebanyak 38 orang, Bidan 152 orang, Perawat/Paramedis sebanyak 254 Orang. Lebih jelas dapat di lihat pada table

Tabel Jumlah Tenaga Kesehatan di Kabupaten Sumba timur Tahun 2008-2011

Sumber : Sumba Timur Dalam angka (di olah)
Ket: * tidak ada data