Penduduk
Dilihat dari kependudukan dapat dikatakan jumlah penduduk di Kabupaten Sumba Timur tergolong kecil apabila dibandingkan dengan luas wilayah. Hal ini merupakan tantangan tersendiri bukan saja oleh Pemerintah Daerah akan tetapi juga oleh seluruh komponen masyarakat, bagaimana memberdayakan jumlah penduduk yang kecil tersebut sehingga dapat melahirkan penduduk yang kreatif, inovatif serta mampu membaca dan memanfaatkan peluang yang ada. Pertumbuhan penduduk Kabupaten Sumba Timur terus mengalami kenaikan apabila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, sampai dengan tahun 2007 tercatat sebesar 215.293 jiwa dengan tingkat kepadatan rata-rata 31 jiwa per Km2 dengan jumlah penduduk terbanyak terdapat di Kecamatan Kota Waingapu yaitu 30.086 jiwa atau 13.97 % dari total penduduk Kabupaten Sumba Timur dengan luas wilayah 73,8 Km2 atau 1,05 % dari luas wilayah Kabupaten Sumba Timur (keadaan setelah pemekaran wilayah) dan yang paling sedikit penduduknya adalah Kecamatan Kambata Mapambuhang sebanyak 3.604 jiwa atau 1,67 % dari total penduduk dengan luas wilayah 412.7 Km2 atau 5,90 % dari luas wilayah Kabupaten Sumba Timur.
Rata-rata laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Sumba Timur tahun 1980-1990 adalah sebesar 2,19 % dan menurun menjadi 1,96 % pada periode tahun 1990-2001. Dari data yang terdapat dalam tabel 2 diatas dapat memberikan gambaran bahwa pola penyebaran penduduk di Kabupaten Sumba Timur masih belum merata antar kecamatan apabila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sampai dengan tahun 2006 Kecamatan Kota Waingapu merupakan kecamatan yang memiliki jumlah penduduk dengan tingkat kepadatan penduduk yang terbanyak apabila dibandingkan dengan kecamatan lain. Hal ini dapat dimaklumi karena Kecamatan Kota Waingapu merupakan pusat pemerintahan, perdagangan dan jasa. Namun keadaan ini perlu dicermati karena dapat mengakibatkan beban yang cukup berat bagi wilayah perkotaan dan disisi lain terdapat banyak lahan tidur di wilayah pedesaan. Upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Timur untuk mengurangi hal tersebut adalah dengan melakukan pemekaran beberapa wilayah Kecamatan, dimana dalam tahun 2007 telah terdapat 7 kecamatan baru hasil pemekaran.
Selain masalah penyebaran penduduk yang tidak merata, Kabupaten Sumba Timur juga masih dihadapkan pada masalah ketenagakerjaan dimana apabila dilihat dari rasio ketergantungan penduduk Sumba Timur periode 1996-2004 adalah 73,80 % (data Susenas 1996-2004), yang berarti bahwa setiap 100 orang penduduk usia produktif harus menanggung beban 74 penduduk usia non produktif. Rasio ini menurun 4,8 % bila dibandingkan dengan tahun 2006 dimana rasio beban tanggungan sebesar 69,02 % artinya 100 orang penduduk usia produktif harus menanggung beban sekitar 69 penduduk usia non produktif dan apabila dilihat dari komposisi umur penduduk menurut hasil survey sosial ekonomi nasional 2006 (Susenas 2006) menunjukan bahwa sebanyak 36,33 % penduduk Sumba Timur adalah anak-anak berumur 0 – 14 tahun. Hal ini merupakan masalah tersendiri yang perlu diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Sumba Timur.
Jl. Jend. Soeharto No.42
Waingapu, Sumba Timur
NTT 87112
Telp. 0387-62785


