SP Humas, 6 Oktober 2012

“Kebutuhan pangan merupakan isu strategis dalam pembangunan karena pangan merupakan sasaran utama pembangunan sekaligus sebagai instrumen utama pembangunan ekonomi. Bahkan akses terhadap pangan yang cukup merupakan hak azasi manusia yang harus selalu dijamin oleh negara bersama dengan masyarakat”. Demikian di sampaikan Bupati Sumba Timur Drs. Gidion Mbilijora, M.Si dalam sambutannya memperingati Hari Pangan Sedunia ke-32 tingkat Kabupaten Sumba Timur di Kelurahan Kawangu, Kec. Pandawai, Jumat 5 Oktober 2012. Perayaan HPS tahun ini untuk tingkat Kabupaten Sumba Timur mengangkat tema ”Melalui Hari Pangan Sedunia Kita Tingkatkan Semangat Gotong Royong untuk Mewujudkan Pertanian Tangguh Menuju Kemandirian Pangan” dengan sub tema “Kita Tingkatkan Peran Kelompok Tani sebagai Lokomotif Penggerak Ekonomi Perdesaan”. Acara tersebut di hadiri oleh Ketua DPRD Kab. Sumba Timur, Wakil Bupati Sumba Timur, Ketua Tim Penggerka PKK, para Camat, Tokoh agama, serta para undangan.

Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora, M.Si. menggunakan pakaian tradisonal Sumba Timur memberikan sambutan pada perayaan Hari Pangan Sedunia (HPS) Tingkat Kabupaten Sumba Timur yang diadakan di Kel. Kawangu, Kec. Pandawai, Jumat 5 Oktober 2012.

Berdasarkan tema dan sub tema yang diangkat, beliau menyatakan bahwa kelompok tani mempunyai peran penting dalam upaya menguatkan ketahanan pangan oleh karena kelompok tani secara langsung ataupun tidak langsung merupakan wadah sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui pengelolaan usaha tani secara bersama. Untuk itu kelompok tani perlu  diarahkan pada penerapan sistem agribisnis, peningkatan peran petani, serta anggota masyarakat perdesaan lainnya dengan menumbuhkembangkan kerjasama antar petani.  Melihat potensi tersebut, maka kelompok tani perlu dibina dan diberdayakan lebih lanjut agar dapat berkembang secara optimal. Untuk itu, lanjut Bupati, peran para petani yang telah dibentuk dalam kelompok tani dapat mengelola organisasi dan melahirkan kelompok wira usaha agribisnis di desa dan untuk membangun ketahanan pangan dapat di mulai dari rumah tangga. Pekarangan rumah juga ada manfaatnya jika ditanami berbagai macam tanaman pangan lokal yang dapat mencukupi kebutuhan bahan pangan di pekarangan sendiri sehingga dapat menghemat belanja kebutuhan rumah tangga.

Bupati Sumba Timur menyerahkan hadiah kepada BP3K berprestasi

Sebelum sambutan Bupati Sumba Timur juga berkesempatan memberi kata sambutan Ketua DPRD Sumba Timur, drh. Palulu P. Ndima, M.Si. yang  mengatakan bahwa masalah ketahanan pangan, khusunya beras menjadi persoalan besar di negara ini. Jika persediaan pangan tidak mencukupi, maka rakyat pun akan terancam kelaparan. Sesuai dengan surat edaran nomor: Bimas.521/627/XI/2012, tentang himbauan untuk melaksanakan Program Nasional “One Day No Rice” maka, masyarakat Sumba Timur  diharapkan agar dapat mengurangi ketergantungan mengkonsumsi beras dan dapat diganti dengan pangan lain seperti jagung, umbi-umbian karena pangan tersebut mudah tumbuh dan berkembang.

Menurut laporan panitia yang disampaikan oleh Ir. Yohanis Radamuri selaku Kepala Badan Bimas dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumba Timur,

Salah satu tujuan dari perayaan HPS tahun 2012 ini, adalah masyarakat dapat mengembangkan tanaman pangan lokal melalui program Percepatan Pengembangan Konsumsi Pangan (P2KP) dan mensosialisasikan aneka jenis pangan lokal dari beberapa kecamatan/kelurahan/wilayah/daerah di Sumba Timur agar dapat mengelola makanan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) berbasis pangan lokal. Dari tujuan tersebut, lanjutnya lagi, diharapakan agar dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat Sumba Timur terhadap berbagai sumber daya alam.

Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora, M.Si, Ketua DPRD drh. Palulu P, Ndima, M.Si dan Wakil Bupati  dr. Matius Kitu, Sp.B. bersama-sama meninjau pameran pangan lokal non beras dan menu serba ikan pada kegiatan HPS ke 32 tingkat Kabupaten Sumba Timur.

Sebelum mengakhiri penyelenggaraan HPS tersebut di beri penghargaan kepada para pemenang lomba berupa Piala, penghargaan dan uang tunai. Lomba Cipta Menu B2SA diberikan kepada Kec. Rindi; Lomba Pengolahan Menu serba Ikan diberikan kepada kelompok wanita PHDI; Lomba Cipta menu jajanan kreatif/kudapan diberikan kepada Kel. Prailiu; Lomba Penghargaan Ketahanan Pangan Adikarya Pangan Nusantara bagi Camat di berikan kepada Kec. Pinu Pahar; Lomba Penghargaan Ketahanan Pangan Adikarya Pangan Nusantara bagi Kelompok Pelaksana Kegiatan Pemanfaatan Pekarangan Tahun 2011 diberikan kepada kelompok Lage Mare Muri dari Watumbaka. Sedangkan, penerima penghargaan dan uang tunai dari BP4K Tahun 2012 diberikan kepada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) berprestasi a.n Mohammad Sopian, SST dari Kec Kambera, dan BP3K berprestasi diberikan kepada BP3K Makamenggit, Kec. Nggaha Ori Angu. (dhi)

Demikian Siaran Pers Humas Setda Kabupaten Sumba Timur.