“Membangun Indonesia harus dimulai dari desa karena desa merupakan bagian terdepan dalam gerakan pembangunan yang berasal dari prakarsa masyarakat guna mencapai kesejahteraan, kemakmuran, berkeadilan dan berkesinambungan. Dengan kata lain desa layak sebagai tempat kehidupan dan penghidupan bahkan desa diharapkan agar menjadi pondasi penting bagi kemajuan bangsa dan negara dimasa yang akan datang” demikian Penjabat Bupati Sumba Timur, Yohanes L. Hawula, SH, M.Si  ketika membacakan sambutan tertulis Gubernur NTT pada pembukaan Pelatihan Pengembangan Aparatur Desa Tingkat Kabupaten Sumba Timur  yang diselenggarakan oleh BPMPD Provinsi NTT di Hotel Cendana Waingapu pada  tanggal 27 Oktober 2015. Selanjutnya beliau mengatakan bahwa dalam mengelola desa sangat diharapkan dukungan aparatur desa yang memiliki kemampuan dan kapasitas yang memadai dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, pengalokasian dana desa dan aspek-aspek lain untuk kemajuan desa, untuk itu beliau mengajak peserta agar :
1.    Memenfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin untuk meningkatkan pemahaman sebagai unsur pelaksana pemerintahan di desa maupun sebagai unsur pembina kecamatan sehingga kehadirannya akan bernilai tambah dalam kemajuan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan  dan pemberdayaan masyarakat di wilayah masing-masing.
2.    Selalu melaksanakan tugas dan fungsi secara profesional, efektif, terbuka dan bertanggungjawab sehingga peningkatan pelayanan yang berdampak terhadap perubahan kesejahteraan masyarakat dapat tersedia.
3.    Agar dapat mengelola dana yang diterima desa  secara tepat guna dan tepat sasaran sesuai ketentuan yang berlaku serta mengembangkan potensi  dan aset yang dimiliki desa guna peningkatan penyelenggaraan pemerintahan desa, pembangunan  dan pemberdayaan masyarakat
4.    Melaksanakan pembangunan di desa dengan mengedepankan kebersamaan, kekeluargaan dan gotong royong guna mewujudkan perdamaian dan keadilan sosial bagi masyarakat desa.
5.    Menjaga hubungan yang harmonis dengan lembaga-lembaga di desa dan masyarakat sehingga tercipta kondisi desa yang kondusif, aman dan tertib dalam mendukung pembangunan di desa.

Pelatihan kapasitas aparatur desa tersebut diikuti oleh 464 peserta yang terbagi dalam 3 angkatan terdiri dari unsur desa sebagai pelaksana yaitu kepala desa, sekretaris desa dan bendahara serta dari unsur kecamatan sebagai pembina yaitu Kasie Pemerintahan dan Kasie PMD. Kegiatan tersebut direncanakan akan berakhir pada tanggal 6 November 2015 yang akan datang.