Ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Drs. Frans Lebu Raya, pada selasa 18 September 2012 berlangsung acara peresmian jembatan Laijanji 1 di Desa Laijanji Kecamatan Wulla Waijelu. Acara yang berlangsung diatas jembatan tersebut juga dihadiri oleh Bupati Sumba Timur, drs. Gidion Mbilijora, MSi., Wakil Bupati dr. Matius Kitu, Sp.B., anggota DPRD Provinsi NTT dan para Wakil Ketua DPRD Kab. Sumba Timur, pimpinan SKPD baik dari Provinsi maupun Kabupaten, Camat Wula Waijelu, para Kepala Desa dan tokoh masyarakat serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Gubernur NTT menyatakan bahwa jembatan Laijanji 1 yang diresmikannya tersebut mendapat perhatian dari semua pihak yaitu sejak rusak diterjang banjir pada tahun 2010. Sehingga pada tahun 2011 segera mendapat penanganan, hal ini karena jembatan mempunyai fungsi konektivitas relasi antar masyarakat. Namun karena terjadi kendala kelangkaan semen maka baru dapat diselesaikan pada 2012. Selain itu juga beliau mengatakan pemerintah mempunyai tekad yang sama dengan masyarakat untuk terus membangun tidak hanya bidang fisik saja tetapi juga dibidang ekonomi melalui program “Anggur Merah”. Program ini adalah bentuk kepercayaan pemerintah kepada masyarakat dalam mengelola bantuan yang diberikan. Diakhir sambutannya, beliau menghimbau agar masyarakat juga mengkonsumsi pangan lokal seperti jagung, ubi dll. “lebih bermartabat makan makanan yang diolah dan dikerjakan sendiri dari pada makan beras raskin” demikian katanya.

Sebelumnya, salah seorang tokoh masyarakat Kec. Wula Waijelu, Pdt. Andreas Ndapa Tamu dalam sapaannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah yang telah menjawab kerinduan dan harapan masyarakat sehingga kebutuhan vital masyarakat terpenuhi dengan diresmikannya jembatan Laijanji 1. Ini sesuai dengan apa yang disebutkan dalam falsafah orang Sumba Timur, “Ina Rendi-Ama Manu” yang artinya induk bebek yang melindungi anaknya dan ayam jantan yang selalu mengawasi kawanannya. Falsafah tadi memberi makna bahwa pemerintah sangat memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakatnya. Juga disampaikan bahwa masih ada kerinduan masyarakat Wulla Waijelu lainnya yaitu pembangunan bendung Wai Bara yang diharapkan juga segera direalisasi oleh pemerintah.

Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora, MSi., dalam sekapur sirihnya, menanggapi bahwa bendung Wai Bara telah dua kali mengalami redesign karena perubahan bentuk sungai yang akan dibendung. Juga disampaikan bahwa bendung Wai Bara telah diusulkan ke Pemerintah Pusat mengingat besarnya bendung yang akan dibangun dan diharapkan akan dapat mengairi 2.000 ha lahan.

Kadis PU propinsi NTT dalam laporannya mengatakan bahwa jembatan Laijanji 1 mempunyai panjang 40m dan lebar 7,90 m yang pada TA. 2011 menelan anggaran sebesar Rp. 5.873.754.000 dan pada TA. 2012 (Luncuran) sebesar Rp. 935.865.850.

Demikian Siaran Pers Humas Setda Kabupaten Sumba Timur.