Bertempat di Gedung Umbu Tipuk Marisi Waingapu, tepatnya tanggal 02 Mei 2013  Gubernur NTT Drs. Frans Lebu Raya melantik Ir. Juspan, M.Si, sebagai Sekretaris Daerah Kab. Sumba Timur periode 2013-2018.

Acara yang dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kab. Sumba Timur, Anggota FORKOPIMDA, pimpinan Dinas/Badan/Kantor /Unit, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK, Para Camat, Tokoh Agama, dan undangan lainnya berlangsung dengan khidmat, aman dan lancar.

 

“Setelah sekian lama posisi jabatan Sekda Kabupaten Sumba Timur kosong sekarang telah terisi kembali”, demikian dikatakan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, mengawali sambutannya. Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa prosesi tersebut setidaknya memberikan beberapa simpul yang dapat direnungkan dan memiliki makna serta nilai strategis karena menunjukkan kepada masyarakat bahwa eksistensi dan pembinaan karier membawa hasil yang baik dari tingkat yang tertinggi sampai ke tingkat yang paling rendah di Kabupaten Sumba Timur. Secara manusiawi, lanjutnya, pelantikan ini membawa martabat dan kehormatan serta kebanggaan tersendiri. Namun juga perlu disadari bahwa dalam martabat, kebanggaan manusia terdapat limpahan perasaan hati yang ditunjukkan untuk melaksanakan tugas dengan baik. Kepada Sekda yang baru dilantik, Ir. Juspan, M.Si, sebagai harapan dari masyarakat Sumba Timur untuk dapat mengemban tugas dalam pemerintahan, administrasi dalam pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya.

Gubernur juga mengharapkan agar seluruh dinamika yang terjadi merupakan proses yang wajar dan penuh tanggungjawab karena jabatan Sekda sangatlah penting dan sangat menentukan dalam pengelolaan administrasi pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kemasyarakatan bisa berjalan dengan baik. Beliau juga menghimbau pada Sekda yang baru untuk menggodok yang baik dan menyajikan yang matang kepada Bupati dan Wakil Bupati, jangan menyajikan yang mentah. Selain itu, untuk menata, membina dan memberdayakan aparatur secara baik, langkah yang terpenting adalah menegakkan disiplin dalam arti mengerjakan dan menyelesaikan tugas secara tepat waktu karena disiplin terkait dengan penghargaan dan kehormatan kepada pimpinan.
Adapun hal penting lainnya yang disampaikan oleh Gubernur NTT adalah untuk dapat bekerjasama dengan baik, salah satunya mendukung pelaksanaan strategis dengan spirit anggur merah untuk mencapai masyarakat yang sejahtera. Selain itu, untuk mendukung empat tekad yakni Provinsi jagung, ternak, koperasi dan cendana. Panen di Sumba Timur tidak harus beras. Seperti di Brasil, labu merah merupakan makanan termahal yang biasa disajikan di restoran mahal. Indonesia merupakan pengkonsumsi beras tertinggi di dunia sehingga Indonesia juga merupakan pengidap penyakit diabetes terbesar di dunia. Oleh karena itu, dengan mengkonsumsi pangan lokal dapat mengurangi penyakit tersebut. Selain itu, diharapkan agar kedepan Kabupaten Sumba Timur dapat menjadi gudang besar ternak.