Senin, 21 Pebruari 2022, Bupati Sumba Timur, Drs Khristofel Praing, M.Si membuka kegiatan Launching Tim Teknis Percepatan Penurunan Prevelensi Stunting Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi. Kegiatan berlangsung di Gedung Nasional Umbu Tipuk Marisi. Kegiatan ini diselenggarakan Oleh Bappeda Kabupaten Sumba Timur bekerjasama dengan Chief of Party MOMENTUM USAID. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sumba Timur Ayub Tay Paranda, Kaban Bappeda Sumba Timur Yacobus Yiwa, S.H, para Camat, Kepala Puskemas dan Para Kabid Kabupaten Sumba Timur.

 

Bupati Sumba Timur Drs Khristofel Praing, M.Si dalam sambutannya mengatakan kasus kematian ibu dan bayi masih terus terjadi di Kabupaten Sumba Timur, dimana pada tahun 2021 masih terjadi kasus kematian ibu sebanyak 10 orang dan kasus kematian bayi sebanyak 33 orang. Sedangkan untuk stunting pada bulan Agustus 2021, tingkat prevelensi stunting di Kabupaten Sumba Timur adalah sebesar 19,1 % atau sebanyak 3.774. Dalam upaya pencapaian penurunan prevelensi stunting sebesar 10 % di Kabupaten Sumba Timur, saya tegaskan kepada seluruh Perangkat Daerah yang berkontribusi dalam penurunan stunting agar bekerja keras untuk mengoptimalkan pelaksanaan program dan kegiatan penanganan stunting pada tahun 2022 dan wajib melaksanakan kegiatan tersebut pada triwulan I atau triwulan II. Selanjutnya dalam perencanaan program dan kegiatan untuk tahun anggaran 2023 harus merencanakan secara baik dengan mengalokasi anggaran yang cukup untuk penanganan masalah stunting.

Lanjut Bupati Sumba Timur Drs Khristofel Praing, M.Si mengatakan Dalam kaitannya dengan permasalahan kasus kematian ibu dan kematian bayi, RPJMD Kabupaten Sumba Timur tahun 2021 – 2026 secara tegas mengamanatkan untuk memprioritaskan penanganannya dimana angka kematian ibu dan angka kematian bayi menjadi indikator kinerja dari sasaran Meningkatnya kualitas kesehatan.


Hari ini kita melaksanakan launching pelaksanaan tugas Tim Teknis Percepatan Penurunan Prevelensi Stunting, Kematian Ibu dan Kematian Bayi Tahun 2021 – 2024 sebagai tindaklanjut dari Keputusan Bupati yang saya telah tetapkan.Saya tegaskan kepada semua yang terlibat dalam tim, bahwa saya bukanlah tipe Bupati yang hanya puas dan bangga dengan sebuah dokumen secara administratif, tapi saya butuh bukti hasil yang terukur dari kerja setiap tim yang dibentuk. Untuk itu, sekali lagi saya tegaskan agar semua yang terlibat dalam tim harus melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sesuai dengan apa yang telah ditegaskan dalam keputusan ini dan yang sangat penting dalam upaya penanganan ketiga masalah tersebut adalah kerja konvergensi/kolobarasi. Harus dihindari cara kerja yang ego Perangkat Daerah atau bidang karena bukan jamannya lagi cara kerja seperti itu. Tegas Bupati Sumba Timur Drs Khristofel Praing, M.Si