Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora, M.Si., melakukan kegiatan “Berkantor di Kecamatan Lewa Tidahu” selama dua hari yaitu tanggal 29 dan 30 September 2014 lalu. Dalam kegiatan tersebut bupati disertai oleh ketua TP PKK, Rambu Kahi Yani, S.Pd dan sejumlah pejabat di lingkup Pemda Sumba Timur antara lain Asisten Tata Praja, Kadis Pendidikan, Pemuda Dan Olah Raga, Kadis Kesehatan, Kadis Infokom, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Kadis Kehutanan serta sejumlah Kepala Bagian pada Setda Kab Sumba Timur.

Dalam berbagai kesempatan tatap muka antara Pemerintah dan segenap komponen masyarakat di kecamatan tersebut, Bupati menyatakan bahwa Kec. Lewa Tidahu merupakan kecamatan yang ke 14 dalam rangkaian kegiatan “Bupati Berkantor di Kecamatan” yang dilaksanakan sejak tahun 2013 lalu dan baru dapat dilaksanakan kali ini setelah tertunda beberapa kali yang disebabkan padatnya kegiatan Bupati. Dengan kegiatan ini bupati berharap dapat melihat, merasakan secara langsung dan mengevaluasi berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan serta sekaligus melihat harapan-harapan baru yang mungkin dapat dilaksanakan di daerah tersebut, untuk itu bupati mengucapkan terima kasih atas respon yang diberikan oleh masyarakat.

Selanjutnya dalam arahan-arahannya bupati mengemukakan beberapa hal antara lain adalah masalah kamtibmas, dimana telah dikoordinasikan dengan Polres, Kejaksaan, Pengadilan negeri dan Satpol PP untuk meningkatkan rasa aman dan nyaman masyarakat. Hal ini untuk merespon apa yang biasa disebut sebagai penyakit masyarakat berupa pencurian dan perampokan yang akhir-akhir ini meresahkan masyarakat.

Dibidang pendidikan disampaikan bahwa sarana pendidikan untuk kecamatan Lewa Tidahu cukup memadai namun masih kurang untuk tingkat SMA. Untuk itu akan dibangun SMA pada tempat yang strategis di lahan yang dihibahkan oleh masyarakat, hal ini untuk mendukung program wajib belajar 12 tahun dan meningkatkan rata-rata lama pendidikan masyarakat Sumba Timur yang pada tahun 2012 lalu baru mencapai 6,3 tahun, untuk itu kita semua berharap dengan adanya sarana yang akan dibangun, pada suatu waktu nanti penduduk Sumba Timur akan berpendidikan minimal SMA sederajat. Selain itu diminta kepada komite sekolah untuk tidak membebani orang tua siswa dengan biaya-biaya tambahan kecuali dengan persetujuan seluruh orang tua siswa.

Dibidang kesehatan pemerintah akan terus meningkatkan kegiatan Revolusi KIA karena angka kematian ibu bersalin kembali cenderung meningkat. Bupati menyampaikan data pada tahun 2012 sebanyak 2 kasus, tahun 2013 sebanyak 15 kasus dan pada tahun 2014 ini sudah mencapai 16 kasus. Untuk itu pemerintah akan terus mencermati kejadian ini dan meminta semua komponen antara lain para suami, kader posyandu dan tenaga kesehatan untuk proaktif. Selain itu juga akan menempatkan tenaga dokter pada setiap puskesmas yang ada, karena pada saat ini dari 22 puskesmas baru 15 puskesmas yang mempunyai tenaga dokter. Dibidang pertanian disampaikan pemerintah akan terus membangun dan memperbaiki sarana irigasi, melengkapi alat dan mesin pertanian diantaranya akan mengupayakan 1 traktor besar untuk setiap kecamatan. Sebagai langkah awalnya, Bupati meminta kepada Camat dan Kepala Desa untuk mendata lahan-lahan kering yang ada yang belum diolah untuk selanjutnya mendapatkan bantuan pengolahan lahan dengan biaya yang lebih murah. Bupati juga mengakui masih banyak kekurangan dalam pembangunan di daerah tersebut dan masih banyak kebutuhan masyarakat yang belum dapat dipenuhi karena keterbatasan dana dan sumber daya lainnya.

Pada kunjungan ke desa-desa di kecamatan tersebut juga dilakukan dialog dengan masyarakat, dimana masyarakat menyampaikan berbagai permasalahan yang ada. Pada kegiatan tersebut bupati dan rombongan mengunjungi 6 desa yang ada di kecamatan tersebut dengan kegiatan antara lain meresmikan 3 SD yaitu SDN Njara Bara desa Laihau, SDN Makarapu di desa Uma Manu dan SDN Kakerek di desa Kangeli. Selain itu diresmikan pula rumah tunggu untuk ibu bersalin di Puskesmas Bidipraing, pelantikan anggota BPD se Kec. Lewa Tidahu serta kegiatan lainnya.